Breaking News:

7,4 Juta Rekening Pekerja Penerima Subsidi Rp 600 Ribu Telah Divalidasi

Subsidi upah (BLT Rp 600 ribu) \akan di-launching presiden tanggal 25 Agustus 2020 nanti

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menaker saat melakukan kunjungan di kegiatan pemeriksaan kesehatan rapid test gratis, di Badung, Bali, Sabtu (22/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan, dan akan diberikan selama 4 bulan atau total Rp 2,4 juta.

"Subsidi upah (BLT Rp 600 ribu) insyaallah akan di-launching bapak presiden tanggal 25 Agustus 2020 nanti. Datanya sudah mulai mendekati 15 juta pekerja, kalau yang sudah terdata dengan baik yang divalidasi dengan baik itu 7,4 juta rekening pekerja yang sudah kami validasi," ungkap Menaker Ida Fauziyah, Sabtu (22/8/2020), di Kuta, Badung, Bali.

"Mudah-mudahan secara bertahap nanti mulai 25 Agustus 2020 akan kami transfer secara langsung ke rekening para penerima program ini," tambahnya.

Lanjutnya, anggaran yang disiapkan yakni Rp 37, 7 triliun untuk 15 juta lebih pekerja yang menerima upah di bawah Rp 5 juta.

"BLT diberikan selama 4 bulan, diberikan per dua bulan sekali. Rp 1,2 juta per dua bulan," tambahnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda menyampaikan, untuk di Bali, pihaknya tidak mempunyai data penerima upah di bawah Rp 5 juta.

"Kita belum dan tidak pegang data pekerja penerima upah Rp 5 juta ke bawah. Yang jelas anggaplah kita hitung-hitungan sederhana yang UMK di tingkat kabupaten di Bali tertinggi di Kabupaten Badung di angka Rp 3 juta sekian," imbuhnya.

"Itu kan masih di bawah rata-rata Rp 5 juta. Jadi hampir semua perusahaan-perusahaan yang memberikan upah kepada pekerjanya dengan mengacu UMK. Dimana biasanya acuan UMK itu digunakan perusahaan kepada pekerja yang masa kerjanya 1 tahun ke bawah. Bagi mereka yang 1 tahun ke bawah dasarnya sama dengan minimal UMK," sambungnya.

Menurutnya, hampir semua pekerja itu dapat menerima program BLT sepanjang sudah mengikuti program BPJamsostek aktif hingga bulan Juli 2020.

Dari data BPS per-Februari 2020, ada 2.591.000 orang angkatan kerja di Bali, dan sebanyak 31.327 orang tidak bekerja atau menganggur.

Menaker Ida Fauziyah menambahkan, bantuan subsidi upah ini diberikan salah satunya sebagai bentuk penghargaan kepada pekerja dan pemberi kerja (perusahaan) yang selama ini menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi pekerja yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan pekerja yang ter-PHK karena pandemi Covid-19, Menaker menyatakan mereka masih bisa mendapatkan bantuan sosial atau bantuan pemerintah lainnya.

Sebagai contoh adalah pekerja yang ter-PHK atau dirumahkan, Menaker menyatakan mereka diprioritaskan masuk dalam program padat karya dan program Kartu Prakerja.

Sebagai informasi, program Karu Prakerja saat ini telah masuk gelombang V.

"Alhamdulilkah batch 4 sudah memenuhi untuk 800 ribu peserta. Sebagaimana arahan presiden dan pak Menko (Bidang Perekonomian), temen-temen yang di-PHK, dirumahkan, mendapatkan prioritas untuk batch berikutnya," ujarnya.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved