Breaking News:

Kronologi Meninggalnya Bos Pasar Turi Surabaya di LP Medaeng, Tangis Istri Pecah: Papa I Love You

Terkait meninggalnya Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi puhak Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo angkat bicara.

Dok Tribun Jatim
Terdakwa Henry J Gunawan bersama istrinya Iuneke Anggraini saat menjalani sidang dengan agenda keterangan terdakwa di PN Surabaya, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Terkait meninggalnya Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi puhak Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo angkat bicara. 

Berdasarkan kronologi kejadian, sebelum meninggal Henry J Gunawan sempat mengeluhkan sakit mata. 

Peristiwa tersebut terjadi pada 18 Agustus 2020, setelah bos Pasar Turi Surabaya tersebut mengeluhkan gangguan sakit mata. 

Matanya merah, lalu diperiksa oleh dr Arifin.

"Dan Pak Henry menetesi mata dengan obat tetes mata," kata Kepala Rutan Medaeng, Handanu melalui pesan yang ia kirim, Minggu (23/8/2020).

Esok lusa pada tanggal 20 Agustus 2020, Henry mengeluh batuk sehingga disarankan oleh dr Arifin untuk diperiksa laboratorium dan diberi resep.

Terdakwa Henry J Gunawan beserta istri saat jalani sidang di PN Surabaya.
Terdakwa Henry J Gunawan beserta istri saat jalani sidang di PN Surabaya. (Tribun Jatim/Samsul Arifin)

Hasilnya pun dalam batas normal yakni baik-baik saja.

Lalu pada tanggal 22 Agustus pada pukul 17.25 WIB, Henry mengeluhkan nyeri di dadanya.

"Dokter dan perawat rutan bergegas datang dan memeriksa kondisi Pak Henry. Tensinya 127/74, sedangkan suhunya mencapai 36,9 derajat celcius," lanjut Handanu.

Kemudian, dokter rutan berkonsultasi dengan dokter pribadi dari Henry, sehingga dokter pribadinya merekomendasikan untuk membeli obat Plafix.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved