Breaking News:

MA Kuatkan Putusan PT Denpasar, Sudikerta Dihukum Enam Tahun Penjara

Putusan MA menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menolak kasasi yang diajukan terdakwa Sudikerta

tribun bali/putu candra
Ketut Sudikerta menunjukkan kertas yang ditulis dengan tangan di PN Denpasar Rabu (18/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya kasasi mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta dimentahkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Keinginan Sudikerta lepas dari jerat hukuman atas kasus penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp 150 miliar pupus sudah.

Ini setelah MA memperkuat putusan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang sebelumnya dalam upaya banding, menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair tiga bulan kurungan kepada mantan politisi senior Partai Golkar itu.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Wayan Eka Widanta menyatakan belum menerima putusan resmi dari MA.

Namun dari website MA sudah dirilis putusannya.

”Putusan MA menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menolak kasasi yang diajukan terdakwa Sudikerta. Berarti putusannya menguatkan putusan PT Denpasar," jelasnya, Senin (24/8).

Eka Widanta menyatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih jauh prihal putusan dari MA tersebut. Pihaknya masih akan menunggu putusan resmi dari MA. "Kita tunggu saja putusan resminya," ujarnya singkat.

Dalam upaya kasasi yang diajukan Sudikerta melalui tim kuasa hukumnya, Suryatin Lijaya dkk memohon supaya Sudikerta dibebaskan dari seluruh dakwaan. Di sisi lain, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasasinya memohon kepada majelis hakim MA menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Sudikerta sesuai dengan tuntutan. Sebelumnya tim jaksa menuntut Sudikerta dengan pidana penjara selama 15 tahun, dan denda Rp 5 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Terpisah, anggota kuasa hukum Sudikerta, Warsa T. Bhuwana belum bisa berkomentar banyak. "Maaf, saya belum bisa berkomentar karena belum menerima salinan putusan. Saya juga belum bisa menginformasikan pada Pak Sudikerta karena belum ada surat," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, pada tingkat PN Denpasar, majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi menjatuhkan putusan pidana penjara selama 12 tahun, dan denda Rp 5 miliar subsidair empat bulan kurungan terhadap Sudikerta. Dalam amar putusan, Sudikerta dinyatakan bersalah melakukan penipuan dan TPPU senilai Rp 150 miliar dengan korbannya, bos PT Maspion Surabaya, Alim Markus. Dalam perkara ini, Sudikerta dijerat Pasal Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Atas putusan dari majelis hakim PN Denpasar itu, Sudikerta lalu mengajukan upaya banding ke PT Denpasar. Dalam putusan banding di tingkat PT, hukuman Sudikerta turun menjadi enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Dengan putusan PT Denpasar itu, baik tim jaksa dan terdakwa Sudikerta melalui tim kuasa hukumnya sama-sama menempuh upaya hukum kasasi ke MA. CAN

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved