Breaking News:

Corona di Bali

Pekan Ini Bupati Gianyar Akan Salurkan Sembako, Anggaran Covid di Gianyar Sudah Terserap 50 Persen

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pekan ini akan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tercecer.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat mengunjungi ruang Fraksi PDIP DPRD Gianyar, Selasa (25/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pekan ini akan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tercecer.

Bantuan sembako tahap III dari Pemkab Gianyar, akan disalurkan usai Hari Raya Galungan.

Sementara untuk anggaran Covid-19 untuk tahun 2021, Bupati masih menunggu perkembangan.

Sebab informasinya pemerintah pusat akan menyalurkan vaksin Covid-19 pada Januari 2021 nanti.

Ini 5 Drakor yang Rencananya Akan Tayang Pada Akhir Agustus 2020, Apa Saja Itu ?

BPJamsostek Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah kepada Kemenaker Secara Bertahap

Rumah Tangga Rizki DA dan Nadya Mustika Diguncang Isu Keretakan, Ini yang Terjadi

Ditemui usai sidang paripurna di DPRD Gianyar, Bali, Selasa (25/8/2020), Mahayastra mengatakan, saat ini anggaran Covid-19 sebesar 100 miliar lebih, sudah terserap 50 persen.

Pihaknya meyakini sisa anggaran tersebut cukup sampai akhir tahun 2020.

Selama ini, anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan kesehatan hingga jaring pengaman sosial.

Terkait jaring pengaman sosial ini, politikus PDIP asal Payangan itu mengatakan, pekan ini pihaknya akan menyalurkan bantuan pada 3.500 Kepala Keluarga (KK), yang tercecer atau tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya diterima pada pembagian sembako tahap II lalu.

“Untuk tahun 2020, anggarannya sebenarnya sudah mencukupi, baik dari penanganan kesehatannya dan jaring penanganan sosial. Bahkan Jumat (28/8/2020) ini, kita meluncurkan bantuan untuk 3.500 KK yang tercecer kemarin. Setelah ini selesai,  baru kita lakukan pembagian tahap III, setelah Galungan,” ujarnya.

Mahayastra mengatakan, terkait apakah pihaknya akan menganggarkan dana Covid-19 dalam APBD Induk 2021, pihaknya masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Sebab pemerintah pusat, kata dia, informasinya akan menyalurkan vaksin Covid-19 pada Januari 2021.

Namun jika masih dibutuhkan anggaran untuk jaring pengaman sosial, kata dia, dananya sudah ada dalam plafon anggaran APBD 2021, dan pihaknya hanya tinggal menyusun detail alokasinya saja.

“Untuk tahun 2021, kita masih menunggu terkait instruksi apakah kita mengadakan (anggaran Covid-19). Sebab informasi dari pusat kan, tahun 2021 itu vaksin sudah ada. Januari sudah mulai disebarkan vaksinnya. Kalau vaksin disebarkan, apakah masih kita harus menganggarkan terkait jaring pengaman sosial atau bagaimana, jadi kita masih tunggu,” ujarnya.

“Tapi kalau memang harus dianggarkan, kita sih siap saja. APBD 2021 yang kita rancang untuk induk sudah ada plafonnya, tinggal detailnya saja. Terkait anggaran Covid-19 untuk saat ini, penyerapannya sudah sampai 50 persen. Sisanya masih mencukupi sampai Desember,” tandasnya. (*). 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved