Breaking News:

10 Bulan Terakhir, KKP Tangkap 71 Kapal Asing yang Lakukan Illegal Fishing di Perairan Indonesia

Termasuk penangkapan kapal-kapal ilegal yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP serta penegasan komitmennya untuk terus memberantas illegal

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Foto istimewa kiriman Humas Ditjen PSDKP
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membeberkan kondisi terkini pemberantasan illegal fishing yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam 10 bulan terakhir, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (26/8/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membeberkan kondisi terkini pemberantasan illegal fishing yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam 10 bulan terakhir.

Di depan awak media yang hadir dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (26/8/2020) tersebut Edhy menjelaskan beberapa isu terkini.

Termasuk penangkapan kapal-kapal ilegal yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP serta penegasan komitmennya untuk terus memberantas illegal fishing.

“Penangkapan terakhir yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2020 terhadap 2 kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam yaitu KM. TG  9481 TS dan KM. TG 9437 TS memang relatif tanpa perlawanan.

Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Diterapkan, Siswa di Klungkung Diberi Kuota Gratis Selama Sebulan

Termasuk 30 Pemain Timnas U-19 ke Kroasia,Pemain Muda Bali United Irfan Jauhari Beri Komentar Begini

Pasien Covid-19 di RSUD Klungkung Berangsur Menurun, Warga Diminta Tetap Konsisten Patuhi Prokes

Harapan kami, para pelaku illegal fishing ini semakin paham dan mengerti bahwa KKP sangat serius dalam melakukan pemberantasan illegal fishing”, jelas Menteri KKP Edhy.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam 10 bulan kepemimpinannya, telah dilakukan penangkapan terhadap 71 kapal ikan pelaku illegal fishing dengan rincian 54 kapal ikan berbendera asing dan 17 kapal berbendera Indonesia.

Adapun kapal kapal ikan berbendera asing terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 14 KIA berbendera Filipina, 12 KIA berbendera Malaysia dan 1 KIA berbendera Taiwan.

“Sampai saat ini sudah 71 kapal yang ditangkap”, ujar Edhy.

Menteri KKP juga tidak lupa menyampaikan apresiasi terhadap jajaran di Ditjen PSDKP-KKP yang selalu siap siaga dalam mengamankan wilayah kedaulatan pengelolaan perikanan Indonesia

Termasuk juga aparat penegak hukum lainnya yang selama ini telah bahu membahu bersama KKP.

“Terima kasih atas kerja keras dan koordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait dalam menjaga kedaulatan perikanan di laut kita”, pungkas Edhy.

Edhy juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya KKP akan terus melakukan langkah-langkah pemberantasan illegal fishing.

Langkah tegas tersebut telah ditunjukkan dengan berbagai penangkapan kapal ilegal yang sudah dilakukan.

Namun demikian, Edhy juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan mendorong langkah-langkah diplomasi khususnya terhadap negara-negara tetangga yang selama ini mencuri ikan di perairan Indonesia.

Update Covid-19 di Denpasar 26 Agustus 2020: 6 Orang Sembuh, Kasus Positif Bertambah 11 Orang

Berkas Perkara Sudah Lengkap, Besok Jerinx Dilimpahkan ke Kejati Bali

Kartu Ternak Elektronik (e-Nak) Nominator TOP 25 Kovablik Jatim

“Kami akan mendorong langkah-langkah diplomasi dalam pemberantasan illegal fishing”, pungkas Edhy.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved