Breaking News:

Dubes RI: Buah-buahan Indonesia Punya Peluang Pasar di Rusia

Hanya saja peningkatan ekspor dapat dilakukan dengan memperbaiki kendala konektivitas dan teknologi dalam proses pengiriman.

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Ilustrasi Foto Buah Naga di Pasar 

TRIBUN-BALI.COM - Buah asal Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk memperluas pasar di Rusia.

Hanya saja peningkatan ekspor dapat dilakukan dengan memperbaiki kendala konektivitas dan teknologi dalam proses pengiriman.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Rusia periode 2016- Juli 2020, Wahid Supriyadi mengatakan, potensi besar buah asal Indonesia semakin nampak usai Uni Eropa memutuskan memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Hal tersebut menggangu perdagangan sayur dan buah-buahan antar keduanya.

BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Validasi Berlapis Terkait Data Penerima Bantuan Subsidi Upah

Pengamanan Presiden Duterte Diperketat Pasca Aksi Bom Bunuh Diri di Filipina yang Membunuh 15 Orang

Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan di Kamar Kos Sekuriti, Dekorasi Bajak Laut Jadi Sorotan

 "Perhitungan kira-kira ada 2,45 miliar dollar AS yang ditinggal Uni Eropa (karena konflik dengan Rusia). Ini peluang yang besar sekali dan yang selama ini belum kita manfaatkan," ungkapnya dalam diskusi virtual Core Economic Talks, Rabu (26/8/2020).

Berdasarkan data Federal Custom Service Rusia, total impor sayur dan buah negara tersebut mencapai mencapai 6,5 miliar dollar AS, dengan jumlah 7,07 ton pada tahun 2019.

Sayangnya, di tahun yang sama, Indonesia hanya mengambil pasar buah Rusia dengan nilai ekspor 11,28 juta dollar AS dan jumlahnya 8.146 ton.

Impor sayur dan buah Rusia didominasi oleh Ekuador sebesar 21 persen, Turki 15 persen, China 10 persen, Azerbaijan 6 persen, Mesir 6 persen, Moldova 5 persen, dan Belarus 4 persen.

"Yang sangat heran buat saya, impor paling besar buah dan sayuran itu dari Ekuador yang jaraknya saja lebih jauh dari Indonesia. Gila lagi, pisang itu 96 persen share-nya dikuasai Ekuador yang cuma jenis pisang ambon. Padahal kita punya banyak jenis pisang," ucapnya.

Wahid mengatakan, dengan potensi alam yang ada, Indonesia punya potensi sangat besar untuk bisa menguasai pasar buah-buahan Rusia.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved