Breaking News:

BPBD Karangasem Tak Bisa Layani Pengiriman Air Bersih ke Desa-desa Kering

BPBD Karangasem belum bisa melayani pengadaan air bersih ke desa kering yang kesulitan mendapat air bersih

Tribun Bali/Saiful Rohim
(Foto ilustrasi) KEKERINGAN - Warga Banjar Tanah Barak, Karangasem, Bali, harus naik turun perbukitan untuk mencari air bersih, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Badan Pnanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem belum bisa melayani pengadaan air bersih ke desa kering yang kesulitan mendapat air bersih.

Mengingat anggaran pengadaan dan operasional untuk mengirimkan air bersih sudah tak ada karena dialihkan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengungkapkan, anggaran untuk pengadaan dan operasional pengiriman air bersih dialihkan kepenanganan Covid-19 di Karangasem.

Saat ini BPBD tidak bisa mengirim pasokan air bersih.

Rencananya BPBD akan mengusulkan di APBD Perubahan.

"Untuk pengadaan air bersih tahun 2020 tak ada karena semua anggaran dialihkan ke penangganan Covid-19. Jumlah anggarannya saya lupa," kata IB Ketut Arimbawa, Minggu (30/8/2020) siang.

Masyarakat yang kesulitan mendapat air bersih diharapkan mengusulkan ke Dinas Sosial dan Kantor PDAM.

Ditambahkan, sampai saat ini sudah ada beberapa daerah di Kecamatan Karangasem yang kesulitan mendapatkan air bersih, seperti di Banjar Tanah Barak, Deesa Seraya Timur, Karangasem.

Namun hingga sekarang masyarakat belum ada yang bersurat ke BPBD untuk meminta air bersih.

"Di tengah pandemi seperti sekarang banyak warga yang tak bisa membeli air bersih karena perekonomian masyarakaat lesu. Makanya kami minta warga bersurat ke Dinas Sosial dan PDAM jika kesulitan dapat air bersih," jelas IB Ketut Arimbawa, mantan Kabid Pemadaam Kebakaraan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved