Breaking News:

Pendapatan Zoom Meroket di Tengah Pandemi Covid-19, Tembus Rp 9,6 Triliun

Dalam laporan keuangan kuartal kedua yang berakhir 31 Juli 2020, Zoom meraup pendapatan 663,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,6 triliun

kontan
ILUSTRASI - aplikasi video telekonferensi Zoom 

Jumlah penggunanya saat itu mencapai 265.400 dengan lebih dari 10 karyawan, atau naik 354 persen dari tahun ke tahun.

Terlepas dari pendapatan secara bisnis, Zoom sempat dihujani kriti di masa awal pandemi atau saat mulai banyak orang menggunakan Zoom untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Kritik ditujukan pada sistem keamanan Zoom yang dinilai rentan akan penyusupan hingga mencipatkan istilah baru yakni zoombombing.

 Istilah itu mengacu pada kejadian saat penyusup atau peserta tak diundang menyelinap ke ruang Zoom lalu menampilkan video, foto, atau pembiacaraan yang jauh di luar konteks.

Diduga Korsleting Listrik, Tower Provider di Kelurahan Abianbase Mengwi Terbakar

Komentari Partai Amien Rais, Mumtaz Rais: Akan Nyungsep Sebelum Tumbuh

Lawan PDIP, AHY Serahkan Rekomendasi Demokrat ke Pasangan AMERTA di Pilkada Denpasar

Misalnya seperti membagikan video porno, kekerasan, atau menyebarkan ujaran kebencian.

Zoom telah berbenah dan memperbaiki celah keamanan.

Bulan Juni lalu, Zoom merilis sistem keamanan end-to-end encryption untuk pengguna beta, baik berbayar maupun gratisan pada bulan Juli.

Belum diketahui kapan fitur ini diimplementasikan untuk pengguna publik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendapatan Zoom Meroket, Tembus Rp 9 Triliun",

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved