Breaking News:

Bupati Buleleng Lantik Tiga Pejabat Hasil Lelang

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana telah resmi melantik tiga pejabat hasil proses lelang jabatan tinggi pratama

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana melantik tiga pejabat hasil lelang, Rabu (2/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana telah resmi melantik tiga pejabat hasil proses lelang jabatan tinggi pratama.

Pelantikan dilaksanakan pada Rabu (2/9/2020), di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Bali.

Tiga pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati ialah Made Astika, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olagraga Buleleng, I Putu Kariaman Putra sebagai Kepala Dinas Sosial Buleleng, dan dr. Putu Arya Nugraha sebagai Direktur Utama RSUD Buleleng.

Ketiga pejabat ini sebelumnya menduduki rangking pertama dalam seleksi lelang jabatan yang diselenggarakan oleh Tim Pansel.

WNA Asal Jerman Ditemukan Tewas di Kamar Homestay di Sanur

Melahirkan Anak Laki-laki di Umur 39 Tahun, Ussy Sulistiawaty Jalani Persalinan Sesar

3 Zodiak Ini Paling Beruntung di September 2020, Dewi Fortuna Sedang Menempel Pada Mereka

Ditemui seusai melantik, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap, ketiga pejabat yang baru ia lantik dan diambil sumpahnya ini untuk segera meningkatkan kinerja, mengingat saat ini sedang dalam situasi pandemi Covid-19 dimana, masyarakat membutuhkan pelayanan yang prima.

Seperti Kepala Dinas Sosial, pria yang akrab disapa PAS ini menugaskan agar segera melakukan update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setiap satu bulan, agar bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran.

Sementara untuk Dirut RSUD Buleleng, diharapkan segera membuat langkah-langkah terstruktur untuk memperbaiki manajemen rumah sakit, memperbaiki alat-alat kesehatan, serta gedung yang dimiliki, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat lebih baik.

Sedangkan kepada Kepala Disdikpora Buleleng, diharapkan dapat membuat proses belajar dengan daring lebih menarik.

"Proses belajarnya jangan membosankan. Buatlah kuis-kuis yang menarik, agar selama pandemi ini anak-anak tidak bosan," ucapnya.

Menyikapi permintaan Bupati ini, Made Astika mengatakan, pihaknya akan segera menyiapkan skema bagi sekolah-sekolah yang berada di zona hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Skema yang diambil mengacu pada protokol kesehatan.

Dimana, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah yang ada di zona hijau dipastikan telah menyiapkan tempat cuci tangan, masker, alat pengukur suhu tubuh, dan proses belajarnya juga dibagi dalam beberapa shift.

"Minggu ini akan dievaluasi. Untuk sekolah yang sudah biasa dengan daring, tetap dibolehkan melakukan daring. Sementara sekolah yang tidak memungkinkan untuk daring karena peserta didiknya terkendala sinyal wifi, akan kami coba tatap muka asalkan ada di zona hijau.
Proses tatap muka cukup dua jam. Kantin juga akan tutup, tidak ada jam istirahat. Jam belajar dipendekan. Rencana ini akan kami susun, lalu dilaporkan ke Bupati untuk mendapatkan persetujuan," tutupnya. (*).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved