Perangkat Pendukung Belum Terpasang, Gedung Buleleng Command Centre Belum Digunakan Pemkab

hingga saat ini gedung tersebut belum bisa digunakan, lantaran tidak tersedianya anggaran untuk memasang interior dan beberapa perangkat

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kondisi Gedung Buleleng Command Centre, Kamis (3/9). Gedung ini belum digunakan oleh Dinas Kominfosanti Buleleng lantaran anggaran yang dimiliki untuk pemasangan interior dan pengadaan beberapa perangkat pendukung command centre belum tersedia. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pembangunan gedung Buleleng Command Centre (BCC) telah selesai dikerjakan sejak akhir Desember 2019 lalu.

Namun hingga saat ini gedung tersebut belum bisa digunakan, lantaran tidak tersedianya anggaran untuk memasang interior dan beberapa perangkat untuk mendukung command centre.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng, I Ketut Suweca dikonfirmasi Kamis (3/9/2020) mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran lagi Rp 9 Miliar, agar gedung BCC bisa benar-benar ditempati.

Dimana, Rp 2.5 Miliar diantaranya digunakan untuk memasang interior seperti meja dan kursi kerja.

2 Laga Pertama Bali United Hadapi PS Tira dan PSM Makassar di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta

Polres Karangasem Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada 2020, Ini yang Menjadi Atensi

Oppo F17 dan F17 Pro dengan Bodi Ringan Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi dan Harganya

Sementara Rp 6.5 Miliar lainnya untuk pengadaan perangkat pendukung operasional command centre.

Mengingat saat ini sedang dalam situasi pandemi Covid-19, yang menyebabkan keuangan daerah menjadi menurun, Suweca menyebut, pihaknya akan coba mengusulkan kebutuhan anggaran itu pada 2021 mendatang.

Apabila tahun depan anggaran yang dimiliki juga terbatas, Suweca berharap agar TAPD setidaknya bisa menganggarkan untuk pemasangan interior, agar gedung berlantai dua itu tidak rusak, dan bisa digunakan untuk bekerja.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa trealisasi. Kalau anggaran hanya bisa untuk interior dulu, gedung hanya bisa dipakai kerja saja.

 Tapi untuk pemanfaatan teknologinya belum bisa,” terangnya.

Lebih lanjut, Suweca menjelaskan, BCC dibangun untuk menjadi tempat pemusatan data milik Pemkab Buleleng.

Dimana, semua data-data yang ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Buleleng bisa langsung terkoneksi ke BCC.

“ Di BCC ini juga kami merancang untuk menggunakan paperless, jadi tidak perlu menggunakan kertas lagi.

 Jika Bupati membutuhan data tentang tugas-tugas di beberapa OPD, bisa diakses dalam hitungan detik.

Untuk SDMnya sebenarnya kami sudah punya, kami punya banyak lulusan sarjana komputer dan lima orang programmer, jadi cukup,” jelas Suweca.

Diduga Bagian dari Sindikat, Polresta Denpasar Berhasil Ringkus 2 WNA Terkait Kasus Narkoba

Kekuatan PDIP Bertambah, Gerindra dan PSI Tabanan Deklarasi Dukung Jaya-Wira

Gareth Bale Mengaku Masa Depannya Di Real Madrid Dipersulit

Sekedar mengingatkan, Gedung BCC yang terletak di sebelah barat gedung utama kantor Bupati Buleleng ini mulai dibangun sejak Agustus 2019, dan rampung pada akhir Desember 2019 lalu.

Gedung seluas kurang lebih 4.5 are ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 3.9 Miliar.  (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved