Breaking News:

Aktivis 98 Ini Sebut Jerinx adalah Tahanan Politik Bisnis Kesehatan

Kasus hukum yang menjerat musisi asal Bali, I Gede Ari Astina alias Jerinx dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi Indonesia.

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Diskusi publik bertajuk "Kebebasan Berpendapat adalah Hak Setiap Warga Negara serta Bahaya UU ITE" di Kedai Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (5/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus hukum yang menjerat musisi asal Bali, I Gede Ari Astina alias Jerinx dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi Indonesia.

Penjeblosan Jerinx ke sel tahanan dianggap membungkam kebebasan berpendapat dan mengingatkan rakyat akan kondisi saat era orde baru sebelum tahun 1998 silam.

 
Hal ini dikatakan oleh Aktivis 98 Roberto Hutabarat dalam diskusi publik bertajuk "Kebebasan Berpendapat adalah Hak Setiap Warga Negara serta Bahaya UU ITE" di Kedai Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (5/9/2020) sore. 

"Demokrasi yang ditegakkan 1998 ketika rezim militer orde baru ditumbangkan pada akhirnya saat ini banyak mendapat tantangan dan rongrongan dari pihak-pihak yang bisnisnya terganggu," kata Roberto.

Roberto juga berpendapat bahwa Jerinx SID adalah tahanan politik bisnis kesehatan.

Dia berkata begitu karena Jerinx ditahan lantaran bersuara lantang dan keras soal kebijakan-kebijakan penerapan rapid test berbayar yang digunakan sebagai syarat administrasi kesehatan. 

"Karena jerinx itu menyuarakan dan mempertanyakan persyaratan tes administrasi kesehatan, soal biaya yang dibebankan kepada rakyat, dia mempertanyakan itu dan dia dibungkam dan dipenjara. Ini berarti tahanan politik bisnis kesehatan," kata Roberto.

Roberto dalam diskusi publik tersebut juga mengatakan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini memang ada potensi bisnis kesehatan sebagaimana yang sempat diutarakan oleh Kepala BNPB Doni Monardo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. 

 
"Dan sudah diungkapkan oleh doni monardo bahwa ada pihak-pihak atau RS yang membuat biaya sendiri-sendiri atau mencari untung. Kemudian luhut binsar pandjaitan mengatakan bahwa situasi pandemi punya potensi bisnis kesehatan. Itu dinyatakan olehnya. Ada pernyataannya, ada linknya," kata Roberto. 

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved