Breaking News:

Selang Empat Hari Polisi Bekuk Tiga Pelaku Narkoba di Bangli

Satuan Narkotika Polres Bangli kembali membekuk tiga pelaku penyalahgunaan narkoba.

Istimewa
Kasat Narkoba Polres Bangli, IPTU I Nyoman Sudarma (kiri) dan Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi ketika menunjukkan barang bukti, Jumat (4/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Satuan Narkotika Polres Bangli kembali membekuk tiga pelaku penyalahgunaan narkoba.

Ketiganya dibekuk dalam selang waktu empat hari.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengungkapkan, ketiga pelaku tersebut dibekuk dalam operasi Antik 2020.

Yang mana operasi ini berlangsung mulai tanggal 15 Agustus hingga 30 Agustus.

Gowes di Bali Saat Cedera Kaki, Luna Maya Alami Kecelakaan Hingga Pelipis Robek

Diawali dengan Acara Seri Animasi Si Unyil Eps.7, Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 5 September

Pemeriksaan Internal Kejati Rampung, Sekitar 20 Orang Diperiksa Tim Pengawas Kejagung

Pelaku pertama, lanjut AKP Sulhadi, bernama I Wayan Suitha Yasa alias Gamot yang dibekuk pada Sabtu (15/8/2020).

Pemuda berusia 27 tahun itu dibekuk di Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Bali pukul 22.30 Wita.

"Pada yang bersangkutan diamankan barang bukti berupa dua buah plastik klip bening berisi narkoba jenis shabu. Masing-masing memiliki berat 0,26 gram bruto atau 0,13 gram netto. Pelaku selanjutnya diamankan ke Polres Bangli untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," sebutnya.

Empat hari kemudian, lanjut AKP Sulhadi, pihaknya kembali membekuk dua pemuda pelaku penyalahagunaan narkotika.

Pemuda bernama I Wayan Raya Yasa alias Maong dan I Putu Wingkiana itu dibekuk saat berada di parkiran Bank Perkreditan Rakyat, di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut, Rabu (19/8/2020) pukul 17.45 Wita.

"Dari dua pemuda itu diamankan satu buah plastik klip bening yang berisi narkoba jenis shabu dengan berat 0,33 gram bruto atau 0,13 gram netto," sebutnya.

AKP Sulhadi menambahkan, atas perbuatan ketiga pelaku dapat disangkakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dimana masing-masing ancaman hukuman paling lama 12 tahun dan empat tahun penjara.

"Sedangkan pelaku Maong dan Putu Wingkiana disangkakan pula pasal 132 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009 tentang percobaan atau permufakatan jahat untuk melakulan tindak pidana Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved