Breaking News:

Corona di Bali

Pakai Busana Celuluk saat Sosialisasi, Wakapolres Jembrana Minta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Wakapolres Januartha nyaru sebagai Celuluk dan seraya mensosialisasikan terhadap warga, terutama warga yang diajak ngobrol Bupati.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Wakapolres berperan menjadi celuluk saat Penerapan Penegakan denda Pergub Rp 100 ribu tanpa masker di Pasar Umum Negara, Senin (7/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Bupati Jembrana I Putu Artha memimpin langsung penerapan Pergub Nomor 46 yang dikejawantahkan menjadi Perbup nomor 36 tahun 2020 tentang penggunaan masker oleh masyarakat Bali.

Dalam hal ini, ada hal menarik yang dilakukan oleh Wakapolres Jembrana Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, saat mendampingi orang nomor satu di Bumi Makepung, Senin (7/9/2020) sata berkunjung ke Pasar Umum Negara dan sekitar Jalan Ngurah Rai Kecamatan Jembrana.

 Wakapolres Januartha nyaru sebagai Celuluk dan seraya mensosialisasikan terhadap warga, terutama warga yang diajak ngobrol Bupati.

Meskipun, dalam praktiknya nihil ditemukan pelanggaran oleh warga, Wakapolres Jembrana, Kompol Ida Bagus Dedi Januartha mengatakan, Polres Jembrana mendukung upaya Bupati Jembrana sebagai Ketua Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana.

Lakukan Promosi Pariwisata di Tengah Pandemi, Dispar Badung Mengaku Gunakan Youtuber

Cok Ace: Banyak Masyarakat yang Berwisata Belum Jalankan Protokol Kesehatan dengan Baik

Kadernya Mundur Massal, Begini Tanggapan Ketua DPD II Golkar Badung

Dimana ada penerapan atau penindakan terhadap pelanggar yang tidak memakai masker.

Pendek kata, jika ada warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan, sehingga untuk memberikan kesan dan sebagai inovasi, dia menggunakan kostum celuluk dan hanoman.

"Ini sebagai hiburan supaya masyarakat tidak menganggap kami galak. Hanya sebagai peringatan bahwa bagaimana pentingnya memakai masker," ucapnya, Senin (7/9/2020).

Januartha melanjutkan, bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada Pemerintah ini juga sebagai bentuk supaya warga taat menjalankan protokol kesehatan.

Dan apabila tidak dilaksanakan akan ada sanksi penegakan hukum.

 "Makanya kami gunakan celuluk dan hanoman sebagai kreasi dan inovasi supaya taat pada protokol kesehatan. Kalau tidak taat nanti secara niskala celuluk dan hanoman yang akan 'bertindak'," ungkapnya.

 Januartha mengaku, atas penerapan penegakan Pergub dan Perbup itu, maka akan ada penegakan ke pasar-pasar lainnya.

Polri dan TNI nantinya akan mendampingi Satpol PP dan Dispenda sebagai leading sector penerapan hukum protokol kesehatan tersebut. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved