Breaking News:

BPJamsostek Ungkap Ada 1,6 Juta Rekening Tak Bisa Diproses untuk Dapat Subsidi Gaji, Ini Sebabnya

dari jumlah tersebut terdapat 1,6 juta nomor rekening tidak valid atau tidak bisa diteruskan untuk menerima bantuan subsidi gaji.

Istimewa
ilustrasi-penyerahan data BSU BPJamsostek 

TRIBUN-BALI.COM - Hingga 8 September 2020, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) sudah mengumpulkan 14,5 juta nomor rekening calon penerima subsidi gaji.

Namun, dari jumlah tersebut terdapat 1,6 juta nomor rekening tidak valid atau tidak bisa diteruskan untuk menerima bantuan subsidi gaji.

"Dari hasil validasi tercatat ada 12,5 juta yang sudah valid, namun demikian ada 1,6 juta yang tidak valid dan tidak bisa diteruskan karena tidak sesuai dengan kriteria Permenaker," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Selasa (8/9/2020).

Aturan yang dimaksud adalah Permenaker nomor 14 tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja Buruh dalam Penanganan dampak Covid-19.

40 Persen Pelaku UMKM di Klungkung Beralih ke Pemasaran Online di Masa Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Bantuan Subsidi Gaji Sudah Diberikan kepada 3,69 Juta Pekerja

KBRI Moskow Ajak Pemuda Rusia Cintai Indonesia

Sesuai dengan Permenaker tersebut, persyaratan pekerja yang mendapatkan bantuan subsidi gaji ini adalah Warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor Induk Kependudukan, terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kepesertaan, pekerja/Butuh penerima gaji/upah, kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Syarat lainnya, peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp 5 juta sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan, serta memiliki rekening bank yang aktif.

Dari hasil validasi yang dilakukan, Agus menjelaskan ada terdapat 62% yang upahnya di atas 5 juta dan 38% status kepesertaannya baru aktif setelah Juni 2020.

Agus memperkirakan, perusahaan yang mengirimkan data pekerja bergaji di atas Rp 5 juta kesulitan untuk memilah data

Sehingga akhirnya mengirimkan seluruh nomor rekening pekerja.

"Mungkin juga tidak bisa melihat atau kesulitan memilah mana karyawan yang [menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan] sebelum bulan Juni dan mana yang baru didaftarkan, sehingga mereka kirim semuanya.

 Ini juga terseleksi atau terfilter oleh sistem aplikasi di BP Jamsostek," terang Agus.

Sementara itu, sejauh ini dari 14,5 juta nomor rekening calon penerima subsidi gaji yang terkumpul

Kemudian, ada 11,7 juta data yang sudah valid dari berbagai tahap validasi.

Dari jumlah tersebut pun sudah ada 9 juta nomor rekening yang sudah diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan.

KBRI Moskow Ajak Pemuda Rusia Cintai Indonesia

Pemain Inggris Mason Greenwood Minta Maaf Telah Mengajak Perempuan ke Hotel

Siswi SMA di Jember Diperkosa 8 Pria Mabuk di Pinggir Sungai, Berawal Gabung di Pesta Miras

Sementara, sisanya masih ada yang dalam proses validasi dan ada yang dikembalikan ke perusahaan agar data tersebut diperbaiki. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved