Breaking News:

Ibu-ibu Serbu Pasar Gotong Royong di Sukawati Gianyar, Harga Beberapa Barang Lebih Murah

Perusahaan Daerah Provinsi Bali menggelar pasar gotong-royong di Desa Adat Sukawati

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Masyarakat di Desa Adat Sukawati saat berbelanja di Pasar Gotong Royong yang dilakukan di desa setempat, Rabus (9/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Perusahaan Daerah Provinsi Bali menggelar Pasar Gotong Royong di Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (9/9/2020).

Pasar ini memanfaatkan produk petani untuk dijual dengan harga yang relatif lebih murah.

Ibu-ibu atau emak-emak di desa setempat pun menyerbu Pasar Gotong Royong tersebut.

Adapun kebutuhan yang dijual di pasar tersebut, di antaranya beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawah putih dan kebutuhan pokok lainnya.

12 Orang Tanpa Masker Didenda di Pasar Desa Adat Poh Gading Denpasar

Bertemu Civitas Akademika Unud, Dwipayana Janji Tindaklanjuti Peningkatan Jumlah Tes Covid-19

Timnas U-19 Indonesia Kalah 7-1 Atas Kroasia, Bagas Kaffa Akui Sedih Meski Cetak Gol

Dari segi harga, barang yang dijajakan di sini lebih murah ribuan ribu rupiah.

Bahkan pembeli menyebutkan mereka bisa menghemat belasan ribu rupiah dengan adanya pasar ini.

Jro Bendesa Sukawati, I Nyoman Suanta mengatakan, Pasar Gotong Royong ini sangat meringankan perekonomian warganya, di tengah himpitan ekonomi pasca Covid-19.

Dia menilai, pasar ini sangat tepat untuk dilakukan, mengingat saat ini menjelang hari raya Galungan.

Karena alasan tersebut, pasar yang digelar oleh Perusahaan Daerah Provinsi Bali ini sangat diminati masyarakat.

“Belanja sejumlah produk, lumayan bisa hemat belasan ribu. Kami bersyukur adanya kegiatan ini, karena dapat meringankan beban perekonomian masyarakat menjelang hari raya. Sebab apa yang dijual di sini, merupakan kebutuhan pokok untuk hari raya,” ujarnya.

Koordinator Lapangan Pasar Gotong Royong Desa Adat, Ida Bagus Nyoman Devina Yasa mengatakan, adanya pasar ini, selain meringankan beban masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok, hal ini juga membantu para petani lokal.

Sebab, sebagian besar kebutuhan pokok yang dijual di sini, dibeli langsung dari petani.

“Ini merupakan bentuk dari gotong royong ekonomi. Kami membeli hasil panen petani, lalu kami jual pada masyarakat. Produk yang dipasarkan ini ada yang memang murah, tapi ada juga yang disesuaikan dengan harga pasar,” ujarnya.

Menurut Gus Devina, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Sukawati, tetapi akan menyasar semua desa adat di Bali.

“Saat ini baru digelar di lima desa adat, Astungkara, nanti bisa menyasar seluruh desa adat di Bali,” tandasnya. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved