Breaking News:

Pasokan Babi di Klungkung Saat Galungan Masih Aman Meski Populasi Turun Drastis

Menurunnya jumlah populasi ternak babi di Klungkung diperkirakan tidak akan sampai berdampak pada kekurangan pasokan di pasaran menjelang Galungan

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi salah satu peternakan di Klungkung belum lama ini. Turunnya populasi babi di Klungkung, diperkirakan tidak memengaruhi pasokan daging babi di pasaran saat hari raya Galungan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - TPID (tim pengendali inflasi daerah) sempat melakukan monitoring ketersedian daging babi menjelang hari raya Galungan di Klungkung, Bali.

Meskipun populasi babi turun drastis pasca merebaknya wabah ASF (african swine fever) beberapa waktu lalu, namun ketersedian daging babi di Klungkung untuk permintaan hari raya Galungan diperkirakan masih aman.

Sekretaris TPID Klungkung Tjokorda Istri Agung Wiradnyani menjelaskan, monitoring dilaksanakan di beberapa sentra peternakan babi yang ada di wilayah Klungkung, seperti di Batu Tabih, Desa Takmung dan Dusun Bajing, Desa Tegak.

Dari hasil monitoring, jumlah populasi babi yang diternakkan diketahui menurun drastis karena dampak wabah virus ASF yang menyerang ternak babi pada bulan Februari 2020.

Lalu menyusul terjadinya pandemi Covid-19, yang membuat perekonomian lesu secara menyeluruh.

AS tewas Dikeroyok di Dalam Rumah, Didatangi Gerombolan Pelaku pada Dini Hari

Update Covid-19 di Bali 9 September 2020: Positif 174 Orang, Sembuh 97 Orang, Meninggal 14 Orang

Tips Kurangi Efek Radiasi Layar Gawai pada Mata Selama Belajar dari Rumah

"Merebaknya virus babi menyebabkan peternak mengalami kerugian yang sangat besar. Hingga saat ini peternak masih berpikir ulang  memulai usahanya, mengingat perekembangan perekonomian yang kurang menentu di saat pandemi seperti ini," ungkap Tjok Istri Agung Wiradnyani.

Dari beberapa peternakan yang dikunjungi, kapasitas kandang babi rata-rata antara 100 sampai 1.000 ekor.

Namun saat ini hanya terisi kurang dari 50%, bahkan ada kandang yang kosong sama sekali.

Demikian juga dengan babi Indukan, pada saat normal dipelihara antara 50 sampai 100 ekor, namun saat ini kosong.

Meski demikian, menurunnya jumlah populasi ternak babi di Klungkung diperkirakan tidak akan sampai berdampak pada kekurangan pasokan di pasaran menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

CIMB Niaga Perkenalkan KK ALL Accor Live Limitless

Utamakan Edukasi, Bupati Giri Prasta Tak Langsung Kenakan Denda Warga yang Tidak Pakai Masker

Trisno Harapkan Bali Bulan September 2020 Kembali Inflasi

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved