Breaking News:

Pilkada Serentak

Soal Sejumlah Kader di Badung Mundur Massal, Begini Tanggapan DPP Golkar

Ketua Korwil Pemenangan Pemilu (PP) Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengaku pihaknya menghormati sikap para kader

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
tribunbali
Gde Sumarjaya Linggih alias Demer 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menegaskan bahwa duet Giriasa ini diusung oleh Golkar karena memiliki elektabilitas yang tinggi di Badung.

"Saya hanya melaporkan saja kondisi perkembangan yang di Bali, kan yang memutuskan ketua umum, melihat daripada hasil komunikasi dan mendengar hasil survei, dan ada komunikasi juga dengan kita di pusat, termasuk dengan ketum, kita punya dasar yang kuat lah," tegasnya.

Selain itu, Giriasa juga memiliki komtimen untuk membesarkan Golkar ke depan.

 Bahkan, ia menampik bahwa justru Giriasa akan membumihanguskan Golkar di Pileg mendatang.

Ramalan Zodiak Cinta 10 September 2020: Hari Bahagia Sagitarius, Virgo Kencan Romantis

Tak Pernah Ada Pemain Bintang di Mata Beto Goncalves

Presiden Jokowi: Selamat Jalan Pak Jakob Oetama

"Dan ada juga pemikiran sama-sama berbarengan besar dengan PDIP dan Golkar di Badung. Bahkan, Pak Giri sudah ngomong, waktu di pertemuan tim koalisi, beliau bicara di depan teman-teman PDIP akan membesarkan juga partai Golkar, mungkin bisa dicek di PDIP," tegasnya.

Demer juga menambahkan bahwa banyak juga kader Golkar Badung yang menyambut arah politik Golkar ke Giriasa.

"Dan saya mendengar temen-temen di bawah di partai banyak juga yang senang dengan putusan ini, tapi mereka tidak euforianya berlebihan," paparnya.

Pun juga mengenai putusan Golkar mengusung duet I Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kerthanegara (Amertha), ia juga mengaku bahwa pihaknya memutuskan mengusung duet tersebut dikarenakan Amertha terus melakukan komunikasi dengan DPP Golkar dan memiliki tingkat elektabilitas tinggi dibanding dengan dua nama yang sebelumnya ikut dalam penjaringan Golkar yakni Anak Agung Ngurah Manik Danendra (AMD) dan Anak Agung Ngurah Agung.

"Kalau di Denpasar, kenapa tidak. Komunikasinya belum pernah dengan calon yang di sana. Justru yang intens adalah Ambara ini," paparnya.

Pun juga dengan rencana para eks-kader Golkar Badung tersebut yang ingin menggembosi Golkar di Pilkada 2020 dengan mengusung kotak kosong dan Pemilu 2024 mendatang, Demer menjawab jadi normatif romantis pihaknya mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved