Breaking News:

Dari 1 Juta Pekerja Pariwisata di Bali, Hanya 40 Ribu Orang Dapat Bantuan dari Kemenparekraf

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) RI telah mengucurkan bantuan kepada sejum

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa ditemui awak media seusai menjadi salah satu narasumber diskusi pariwisata "Mengawal Bangkitnya Pariwisata Bali Berdasarkan Protokol Kesehatan Demi Pemulihan Perekonomian Bali" di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Kamis (10/9/2020). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) RI telah mengucurkan bantuan kepada sejumlah tenaga kerja pariwisata di Indonesia, termasuk di Bali.

Sayangnya, tidak semua pekerja pariwisata mendapat bantuan dari program tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, bantuan dari Kemenparekraf/Baparekraf RI telah tersalurkan di Bali.

Namun, dari 1,285 juta orang tenaga kerja pariwisata di Bali, hanya 40 ribu orang yang diberikan jatah oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI.

"Yang di provinsi lain tak sebanyak di Bali, 40 ribu di Bali. Mencari 40 ribu dari 1,285 juta orang, dengan segala apapun kami lakukan dengan kriteria pasti tidak akan bisa memenuhi semua keinginan," jelas Astawa.

Pengusiran Krama Saat Ngayah Kembali Terjadi di Pejeng

Tak Alami Kendala Apapun, Victor Igbonefo Siap Arungi Jadwal Padat Bersama Persib Bandung

Lima Tradisi di Karangasem Diusulkan Jadi WBTB, Ada Tarian Abuang Loh Muani hingga Seni Lukis Perasi

Hal itu Astawa jelaskan dalam diskusi pariwisata "Mengawal Bangkitnya Pariwisata Bali Berdasarkan Protokol Kesehatan Demi Pemulihan Perekonomian Bali" di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Kamis (10/9/2020).

Dalam memberikan bantuan dari Kemenparekraf/Baparekraf RI itu, Astawa mengaku pihaknya merangkul berbagai asosiasi di bidang kepariwisataan.

Astawa menjelaskan, bantuan dari pemerintah sebenarnya juga sudah tersalurkan, baik dari berbagai kementerian, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Penasihat Hukum Jerinx Akan Laporkan Majelis Hakim ke Mahkamah Agung

Aksi Teatrikal Bertema Pembungkaman Iringi Sidang Perdana Jerinx SID Kasus IDI Kacung WHO

Jerinx Walkout, Tim Jaksa Tetap Bacakan Dakwaan

Meski demikian berbagai bantuan tersebut masih terbatas karena pemerintah tidak mungkin bisa memenuhi secara keseluruhan.

"Itulah kendala-kendala yang memang perlu kita membangun kesadaran bersama sehingga yang mana yang paling membutuhkan itulah yang diprioritaskan dulu," jelasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved