Breaking News:

Mengenang Setahun Kepergian BJ Habibie, Inilah Warisan Sains untuk Indonesia dan Dunia

Rasa nasionalismenya juga tak diragukan lagi, bahkan kegeniusan Habibie juga diakui dunia, khususnya di bidang kedirgantaraan.

Editor: Kambali
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Rei/pd/ama.
FOTO DOKUMENTASI. Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai industri penerbangan didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (kedua kanan) saat mengunjungi stan pameran National Innovation Forum 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Senin (13/4/2015). 

TRIBUN-BALI.COM - Tepat setahun sudah mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie berpulang, namun banyak kenangan akan sosok bapak bangsa ini.

Bacharuddin Jusuf Habibie selain dikenal sebagai seorang politisi, ia juga merupakan ilmuwan serta sosok yang sangat inspiratif dan juga genius.

Rasa nasionalismenya juga tak diragukan lagi, bahkan kegeniusan Habibie juga diakui dunia, khususnya di bidang kedirgantaraan.

Mengenang kembali setahun kepergian BJ Habibie, berikut warisan sains yang ditinggalkan bapak bangsa ini untuk Indonesia.

Riwayat Pesawat N250, Buatan Anak Negeri dan Jadi Kebanggaan Habibie yang Kini Jadi Besi Tua

1. Crack Progression Theory

Teori ini adalah salah satu kontribusi sains dari BJ Habibie untuk bidang kedirgantaraan. Membuat kegeniusannya semakin diakui di dunia.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (12/9/2019) lalu, Crack Progression Theory dikenal oleh para ahli dirgantara dengan nama Faktor Habibie, Teori Habibie, atau Fungsi Habibie.

Teori ini dianggap sangat penting dalam dunia penerbangan.

Sebab, menjadi solusi terhadap masalah panjang yang dapat ditimbulkan akibat retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat guncangan selama take off dan landing.

Film Habibie & Ainun Tayang Lagi di Layar TV, Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 25 Juni 2020

Berkat temuannya ini BJ Habibie dijuluki sebagai Mr Crack, karena keahliannya dalam menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

Bahkan, hingga saat ini, Faktor Habibie dijadikan pedoman dalam pembuatan pesawat terbang di seluruh dunia.

Faktor Habibie dinilai bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya.

2. Pesawat N250 Gatotkaca

Pesawat N250
Pesawat N250 (KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)

Pesawat N250 Gatotkaca yang kini telah dimuseumkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta adalah pesawat pertama yang dibuat Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved