Breaking News:

Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Tiga Destinasi Wisata di Bali

Sekitar 200 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dilibatkan untuk turut serta melakukan bersih-bersih, serta penyemprotan disinfektan pada lokasi

Foto istimewa kiriman Humas Kemenparekraf.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di tiga destinasi wisata di Provinsi Bali kemarin tanggal 11 sampai 12 September 2020 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di tiga destinasi wisata di Provinsi Bali tanggal 11 sampai 12 September 2020 sebagai upaya menyiapkan destinasi wisata dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Pelaksanaan Gerakan BISA di Provinsi Bali dilakukan di 3 destinasi secara daring dan luring, antara lain di Pantai Segara yang berada di Kota Denpasar, Tirta Empul di Kabupaten Gianyar, dan Taman Edelweis di Kabupaten Karangasem.

Sekitar 200 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dilibatkan untuk turut serta melakukan bersih-bersih, serta penyemprotan disinfektan pada lokasi destinasi.

Semua kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Apakah Ketombe Menyebabkan Rambut Rontok? Begini Penjelasannya

6 Desa/Kelurahan di Denpasar Jadi Zona Orange Covid-19

Wawali Jaya Negara Serahkan Bantuan Sembako Kerjasama dengan Tiga Koperasi Ini

Analis Kebijakan Kemenparekraf/Baparekraf, Guntur Sakti dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020), mengatakan tujuan dari Gerakan BISA ini adalah membangun kesadaran dan komitmen kolektif dari seluruh insan pariwisata di Indonesia untuk mempersiapkan dan menjadikan destinasi wisata yang bersih, indah, sehat, dan aman.

Karena hal ini sudah menjadi tuntutan atau preferensi wisatawan saat ini terutama di tengah pandemi COVID-19.

“Jika destinasi wisata di Indonesia tidak bersih, tidak indah, tidak sehat, dan tidak aman, maka wisatawan tidak akan ada yang datang.

Hal ini yang menyebabkan Gerakan BISA begitu penting untuk diterapkan. Agar seluruh insan pariwisata siap kembali menyambut wisatawan pascapandemi,” kata Guntur.

Ia melanjutkan pandemi memberikan dampak bagi sektor pariwisata.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved