Breaking News:

Pemerintah Dorong Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja di Tengah Pandemi Melalui BLK Komunitas

“Pemerintah juga telah menjalankan berbagai kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Menteri

Foto istimewa kiriman Humas Kemenko Bidang Perekonomian
Suasana acara Naker Tanggap Covid-19 2020 dengan tema 'Kerja untuk Kejayaan Bangsa', Sabtu (12/9/2020) di BNDCC Nusa Dua, Badung, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah mendorong peningkatan skill atau keterampilan masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas bagi para pekerja dalam masa pandemi Covid-19.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yaitu agar kesehatan pulih dan ekonomi bangkit.

“Pemerintah juga telah menjalankan berbagai kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mewakili Presiden RI menyampaikan sambutan dalam acara Naker Tanggap Covid-19 2020 dengan tema 'Kerja untuk Kejayaan Bangsa', Sabtu (12/9/2020) di BNDCC Nusa Dua, Badung, Bali.

Salah satunya melalui Program Kartu Prakerja yang kini diposisikan sebagai semi bantuan sosial (bansos) bagi pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan, dan pekerja informal terdampak.

Jokowi Beda Pendapat dengan Anies Baswedan Soal Penanganan Covid-19 melalui PSBB

Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Tiga Destinasi Wisata di Bali

Apakah Ketombe Menyebabkan Rambut Rontok? Begini Penjelasannya

Program ini memberikan bantuan biaya pelatihan dan insentif dengan total bantuan Rp 3.550.000 untuk 5,6 juta orang penerima.

Hingga saat ini, lebih dari 22 juta orang telah melakukan pendaftaran dan sebanyak 3,8 juta orang telah ditetapkan mendapatkan Kartu Prakerja.

Selain itu, terdapat 1,6 juta orang telah menyelesaikan pelatihan dan 933 ribu telah mendapatkan insentif.

“Ke depan Program ini akan terus ditingkatkan dengan membuka pendaftaran dan pelatihan offline (luring) dengan mempertimbangkan wilayah,” tutur Menko Perekonomian dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan ini. 

Menko Airlangga, berharap melalui BLK Komunitas dapat menjadi penyedia pelatihan, utamanya untuk mendorong pelatihan luring pada daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur teknologi komunikasi.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved