Breaking News:

Serba Serbi

Penyekeban Galungan, Turunnya Sang Bhuta Galungan, Mulai Mematangkan Pisang

Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari.Hari raya yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali akan dirayakan pada Rabu

Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang umat Hindu sedang melaksanakan sembahyang saat Hari Raya Galungan di Griya Batur Giri Murti, Banjar Gelogor, Kelurahan Pemecutan, Denpasar, Rabu (5/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari.

Hari raya yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali akan dirayakan pada Rabu (16/9/2020) mendatang.

Untuk hari ini, Minggu (13/9/2020) disebut dengan Panyekeban yang jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Paing Wuku Dungulan.

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa hari ini Sang Hyang Kala Tiga akan turun ke dunia.

Ikang Dungulan Redite Paing, turun Sang Hyang Kala Tiga, menadi Bhuta Galungan, arep anadah anginun ring manusa pada matangnian sang wiku muang sang para sujan den perepiakse juga sira kumekas ikang jenyana nirmala, nimitania, tan ka surupan tekap. Sang Buta Galungan, nadah mangkana mengaram panyekeban ucaping loka.

Artinya, saat Redite Paing wuku Dungulan disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga turun ke dunia dalam wujud Sang Bhuta Galungan, yang ingin makan dan minum di dunia ini, oleh karena itu, orang-orang suci, demikian pula para sujana (bijaksana), hendaknya waspada serta mengekang atau membatasi dirinya kemudian memusatkan pikirannya ke arah kesucian, agar tiada kemasukan oleh sifat-sifat yang membahayakan dari pengaruh-pengaruh Sang Bhuta Galungan, dan hal yang demikian, disebutlah hari penyekeban.

Nampah Saat Penampahan Galungan Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Koperindag Jembrana Gelar Sidak Parcel Jelang Perayaan Galungan

Pasokan Babi di Klungkung Saat Galungan Masih Aman Meski Populasi Turun Drastis

Oleh karena itu, mulai hari ini seseorang harus mulai mengendalikan diri.

Tidak mudah marah, emosi, dan selalu sabar agar nanti pada saat Hari Raya Galungan bisa merayakan hari kemenangan Dharma dengan paripurna.

Sementara itu, I.B. Putu Suamba penulis beberapa buku seperti Siwa Budha di Indonesia dan juga Dosen Politeknik Negeri Bali, Rangkaian Galungan merupakan rangkain upacara terpanjang yaitu mulai dari sejak hari Tumpek Wariga hingga Buddha Kliwon Pahang dengan waktunya 42 hari.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved