Breaking News:

RS Gema Santi Nusa Penida Belum Punya Dokter Spesialis Kandungan, Pasien JKN Diarahkan ke Puskesmas

RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung, Bali, hingga saat ini belum memiliki dokter spesialis kandungan dan kebidanan

RSUD Gema Santi Nusa Penida
Pelayanan di Poliklinik Kebidanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung, Bali, hingga saat ini belum memiliki dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Hal ini membuat RS yang berstatus fasilitas kesehatan tingkat lanjutan tersebut, sementara tidak bisa melayani pelayanan pasien kandungan dan kebidanan dengan memanfaatkan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Direktur RSUD Gema Santi Nusa Penida dr I Ketut Rai Sutapa menjelaskan, sebelumnya sebenarnya ada dokter spesialis yang bertugas di poliklinik kebidanan.

Hanya saja per 31 Agustus 2020 lalu, tugas dari dokter spesialis tersebut sudah berakhir di RSUD Gema Santi.

"Dokter yang sebelumnya bertugas di Poliklinik Kebidanan itu dari program pendayagunaan dokter spesialis Kemenkes. Lalu dokter spesialis itu berhenti per 31 Agustus 2020 lalu. Kami ajukan lagi program itu, tidak ada dokter yang melamar ke Nusa Penida," ungkap dr I Ketut Rai Sutapa, Minggu (13/9/2020).

Baru Lulus Kuliah dan Ingin Terjun sebagai Freelancer? Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

Dua Pasar Tradisional di Karangasem Belum Sumbang Penghasilan ke Pemda, Ini Sebabnya

Trek-trekan, Tiga ABG di Buleleng dan Lima Motor Diamankan Polisi

Karena belum ada dokter spesialis kandungan dan kebidanan, RS Gema Santi sementara belum bisa melayani pasien JKN (jaminan kesehatan nasional) di Polklinik Kebidanan.

Mengingat status RSUD Gema Santi sebagai fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, dan penanggung jawabnya haruslah seorang dokter spesialis.

"Sehingga jika ada pasien kebidanan yang harus mendapatkan pelayanan dokter spesialis, kami arahkan langsung ke puskesmas atau faskes tingkat pertama. Nanti puskesmas yang akan memberikan rujukan ke rumah sakit faskes lanjutan di Klungkung daratan," ungkap Sutapa.

Pihak RS Pratama Gema Santi pun sudah membuat surat ke masing-masing desa di Nusa Penida terkait hal tersebut.

Mulai Tumbuh dengan Pesat, Tips Mengawali Karier sebagai Freelancer

Tips Jalani Akhir Pekan agar Siap Sambut Senin Pagi yang Produktif

Giri Prasta Tinjau Penataan Pantai Jerman, Komit Wujudkan Warga Badung Menjadi Tuan di Rumah Sendiri

Mengingat saat pandemi seperti saat ini, masyarakat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan yang dekat dan tidak harus sampai menyeberang ke Kota Semarapura.

"Bilamana pasien yang ingin memperoleh layanan kandungan dan kebidanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, maka dilayani oleh dokter umum, serta bersedia menjadi pasien umum," jelas Rai Sutapa.

Terkait persoalan ini, Rai Sutapa mengaku sudah sempat menghadap ke Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Bulan April 2020 lalu, pihaknya juga sudah bersurat ke Sekda, memohon agar bisa ditempatkan dokter spesialis kandungan dan kebidanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida.

"Semoga saja segera ada dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang ditugaskan di RSUD Gema Santi Nusa Penida. Masyarakat sangat membutuhkannya," ungkapnya.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved