Breaking News:

Punya Risiko Tinggi di Tengah Pandemi, Bank Batasi Penyaluran Kredit Tanpa Agunan

portofolio KTA perseroan tercatat Rp 2,76 triliun dengan pertumbuhan negatif 2,7% (yoy) dibandingkan akhir tahun lalu senilai Rp 2,84 triliun

Kompas.com
ilustrasi bank 

TRIBUN-BALI.COM - Selama pandemi Covid-19, perbankan mulai membatasi penyaluran kredit segmen konsumernya, terutama personal loan alias kredit tanpa agunan (KTA).

 Maklum tanpa ada pandemi pun, segmen ini punya risiko yang cukup tinggi.

Beberapa bank bahkan telah menghentikan ekspansi KTA.

PT Bank Central misalnya telah menghentikan pemasaran KTA sejak akhir April lalu.

Erick Thohir Nyatakan Masyarakat yang Mampu Tak Dapat Subsidi Vaksin Covid-19

Keluarkan Surat Edaran,PHDI & MDA Bali Minta Desa Adat Tunda Panca Yadnya yang Bersifat Direncanakan

Eks Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Dituntut 4 Tahun Penjara, Kasus Suap Proyek di Dinas Pekerjaan Umum

Ini yang bikin portofolio perseroan di segmen ini tercatat tergerus dalam.

Sampai Juni 2020, portofolio KTA perseroan tercatat Rp 2,76 triliun dengan pertumbuhan negatif 2,7% (yoy) dibandingkan akhir tahun lalu senilai Rp 2,84 triliun.

Penurunan portofolio juga dialami oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), meskipun diakui Direktur Konsumer Lani Darmawan, pihaknya tak terlalu besar melakukan pembatasan.

“Saat ini KTA kami fokus pasarkan ke nasabah payroll, dan kartu kredit. Portofolionya memang tercatat menurun sampai 2%,” katanya kepada Kontan.co.id.

Pembatasan dilakukan perseroan karena Lani bilang memang terjadi peningkatan rasio kredit macet di segmen ini.

Secara umum, Non performing loan (NPL) segmen konsumer perseroan tercatat meningkat dari 2,0% akhir tahun lalu menjadi 2,5% per Juni 2020.

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved