Sponsored Content

Paparkan Terkait Produk Lokal, Bupati Suwirta Minta Generasi Muda Ikut Produksi Garam Kusamba

Suwirta ingin mendorong pemuda lokal Kusamba, untuk ikut membuat garam. Sehingga industri ciri khas desa Kusamba tersebut tidak punah

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
ISTIMEWA
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi narasumber pada kegiatan advokasi Pemda dalam rangka Pengawasan Garam Konsumsi sebagai salah satu pangan fortifikasi. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (17/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Upaya pemkab memproduksi garam beryodium dengan memberdayakan petani garam lokal, membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi narasumber pada kegiatan advokasi Pemda dalam rangka Pengawasan Garam Konsumsi sebagai salah satu pangan fortifikasi.

 Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (17/9/2020) tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Badan POM RI yakni Dr. Penny K. Lukito, MCP. 

Dalam pemaparanya, Suwirta ingin mendorong pemuda lokal Kusamba, untuk ikut membuat garam. Sehingga industri ciri khas desa Kusamba tersebut tidak punah.

Bupati I Nyoman Suwirta menjelaskan, di Kabupaten Klungkung ada banyak potensi yang mendukung dalam pembuatan garam, salah satunya tersedianya sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan berkualitas, lahan yang tersedia untuk pembuatan garam juga cukup luas kurang lebih 10.800 meter persegi untuk 18 petani dengan rata-rata lahan 6 sampai dengan 7 are per petani.

Pemerintah Bakal Restorasi Terumbu Karang di Lima Wilayah Pesisir Bali

Bupati Anas Ajak Pokdarwis Tetap Optimistis dan Kreatif di Masa Pandemi

Pelatih Bali United Teco: Hampir Semua Tim di Liga I Indonesia Pakai Sistem Empat Bek

Metode pembuatan garam pun masih sangat tradisional dengan alat yang masih manual sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang dan melihat pembuatan garam di Kusamba.

Atau dengan kata lain, produksi garam kusamba juga mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung.

" Kami melakukan sinergi antara pemda dan pelaku usaha dalam memproduksi garam beryodium sekaligus pendistribusian uyah kusamba," ungkap Suwirta

Agar hasil produksi optimal, Pemda memberikan bantuan mesin pompa untuk petani garam, bantuan mesin pencampur dan pengemasan untuk produsen garam beryodium, bantuan mesin pengering untuk mengurangi kadar air pada garam.

Dengan bantuan tersebut, saat ini rata-rata produksi garam beryodium mencapai 2 ton per bulan.

Untuk memperolah hasil yang maksimal, pihaknya melakukan studi banding serta mendorong anak muda setempat, untuk ikut mencoba memproduksi garam, agar kedepan produk garam tradisional Kusamba tidak punah.

" Koperasi LEEP Mina Segara Dana mendistibusikan uyah kusamba ke PT. Mitra Gema Santi yang selanjutnya didistribusikan ke Pemda yang dimana seluruh PNS diharuskan membeli garam beryodium produk Uyah Kusamba.

Selain itu ada 18 toko swalayan, 8 Koperasi, dan 1 BUMDES yang menjadi titik pendistibusian uyah kusamba. Kami berharap kedepan produk garam beryodium  ini mampu membuka lapangan kerja dan mampu meningkatkan ekonomi di masyarakat," jelasnya

Dalam pembukaannya, Kepala Badan POM RI Dr. Penny K. Lukito, MCP menyampaikan, sesuai dengan amanat pada Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, pemerintah berwenang dalam menetapkan fortifikasi pangan dan memberlakukan secara wajib.

Program pangan fortifikasi ini merupakan program lintas sektor kementerian kesehatan, perindustrian, perdagangan, dan lain-lain termasuk pemerintah daerah, dan dalam hal ini Badan POM mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengawasan pangan fortifikasi.

Objek Wisata Pesona Bukit Lempuyang di Karangasem Ditutup 5 Hari Karena Digelar Rangkaian Puja Wali

Peletakan Batu Pertama Restorasi Rumah Rai Serimben di Buleleng Dilakukan Minggu (20/9) Mendatang

5 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Saat Menstruasi Datang Terlambat, Apa Saja Itu?

Khusus untuk produk garam fortifikannya adalah yodium dan merupakan produk yang wajib memenuhi SNI serta registrasinya harus di Badan POM, sehingga Badan POM mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap produk tersebut mulai dari sarana produksi, distribusi, pengecer, melakukan sampling dan uji laboratorium serta melakukan monitoring label dan periklanan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved