Bali United

Pelatih Bali United Teco: Hampir Semua Tim di Liga I Indonesia Pakai Sistem Empat Bek

Teco menghabiskan waktu selama lima tahun di Indonesia, setelah itu ia kembali berkarir di luar negeri.

Penulis: Marianus Seran | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Stefano Cuggura Teco 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pelatih Bali United Stefano Cuggura Teco, pertama kali tiba di Indonesia tahun 2003.

Saat itu, pelatih asal Brasil ini menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya.

Teco ikut membawa Persebaya Surabaya juara Liga. 

Teco menghabiskan waktu selama lima tahun di Indonesia, setelah itu ia kembali berkarir di luar negeri. 

Objek Wisata Pesona Bukit Lempuyang di Karangasem Ditutup 5 Hari Karena Digelar Rangkaian Puja Wali

Peletakan Batu Pertama Restorasi Rumah Rai Serimben di Buleleng Dilakukan Minggu (20/9) Mendatang

Masker Scuba dan Buff Disarankan Tak Dipakai, DPR Berharap Segera Disosialisasikan

Baru tahun 2017, Teco kembali ke Indonesia membesut Persija Jakarta, dan memberikan gelar juara Liga I Indonesia 2018 kepada Persija Jakarta. 

Kemudian di tahun 2019, Teco mempersembahkan gelar juara kepada Bali United setelah pindah dari Persija ke Bali United. 

Teco tahu betul sistem atau formasi yang digunakan sejumlah tim di Indonesia.

Karena sudah sering menghadapi tim - tim ini. 

Dia menilai tim - tim di Indonesia, saat ini sudah berubah menggunakan formasi empat bek.

Berbeda dengan tahun 2003, saat itu banyak tim menggunakan tiga bek. 

"Tahun 2004 hampir semua klub pakai system tiga pemain di belakang main dengan formasi 3-5-2,"kata Teco, Kamis (17/9/2020).

Teco mengatakan, di tahun 2020 hampir semua tim pakai empat belakang dengan sistem 4-4-2 atau 4-3-3 atau 4-2-3-1. 

" Lebih variasi sekarang, "kata Teco. 

Teco juga ditanya terkait perbedaan paling mencolok saat pertama ke Indonesia 2003-2008 dan 2017-2020.

Mimpi Membunuh Seseorang Pertanda Menyembunyikan Kemarahan, Ini 4 Arti Mimpi Tentang Pembunuhan

Ramalan Zodiak Kesehatan 18 September 2020: Scorpio Hati-hati Memilih Makanan, Libra Pergi ke Dokter

Kisahkan Cinta Pasangan Korut & Korsel, Beberapa Adegan Drakor Crash Landing On You Dibuat Pakai CGI

Dari sisi permainan di lapangan, sistem kompetisi dan manajerial klub, menurut dia ada perbedaan. 

 " Tahun 2004 pemain main lebih keras dulu, banyak pelanggaran keras seharusnya dapat kartu merah tapi wasit tidak kasi.

Tahun 2004 manajemen juga pake duit dari politik, tapi sekarang tim lebih punya sponsor," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved