Breaking News:

Ratusan Aparat di Jembrana Bakal 'Pukul Mundur' Massa yang Membandel Ikut Pawai Dukungan Paslon

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, terkait dengan jalannya proses Pilkada oleh KPU Jembrana.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa ditemui awak media usai siaran teleconfrence di Mapolres Jemrbana, Kamis (10/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ratusan personel baik dari TNI dan Polri Jembrana akan mengamankan jalannya proses penetapan nomor urut dua paslon (pasangan calon) Pilkada Jembrana 2020.

Dua paslon yang akan akan datang dalam penetapan nomor urut baik dari kubu BangSa (I Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa) dan Tepat (I Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna) dilarang membawa massa).

Bahkan polisi tak segan "memukul mundur" massa yang membandel melakukan pawai dukungan.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, terkait dengan jalannya proses Pilkada oleh KPU Jembrana.

Pihaknya dan instansi TNI mendukung penuh semua proses berjalannya menuju pencoblosan 9 Desember mendatang.

Bahkan pengawalan setelah pemungutan suara dilakukan.

Dan untuk besok Kamis (24/9/2020) akan ada penetapan nomor urut Paslon, sehingga akan ada ratusan personel yang mengamankan di ACJN Rambut Siwi.

"Jadi kan hanya tujuh orang yang bisa masuk ke ruang rapat penetapan nomor urut. Selain itu tidak diperbolehkan. Maka kami akan mengamankan baik menuju ACJN dari barat maupun timur," ucapnya saat dikonfirmasi di halaman Mapolres Jembrana.

Ketut menegaskan, bahwa LO dua Paslon juga sudah ikut dalam deklarasi protokol kesehatan.

Dimana dalam deklarasi itu, pihaknya mengimbau tidak ada pengerahan massa.

Sehingga untuk penetapan nomor urut akan dilaksanakan seperti saat tadi penetapan Paslon, dimana ke dua belah pihak tidak mengerahkan massa.

"Teknis pasangan calon maka disiapkan pengawalan dari dua Paslon baik cabup dan cawabup," ungkapnya.

Sedangkan untuk lainnya, sambungnya, maka akan ada skema penyekatan. Baik dari arah barat maupun timur. Dimana massa yang akan datang ke ACJN Rambut Siwi, disiapkan personel untuk dikembalikan ke rumah masing-masing.

Pendek kata tidak ada kawalan massa terhadap Paslon yang didukung.

"Sejauh ini tadi ya kami patroli. Baik di tempat atau posko pemenangan dua Paslon sepi dari massa. Dan yang hadir pun hanya beberapa. Kami imbau besok juga seperti saat tadi (penetapan paslon)," bebernya. (ang).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved