Breaking News:

Pelindo Diminta Jaga Kebersihan Pantai Kawasan Pelabuhan Benoa

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa diminta agar menjaga kebersihan di kawasan hasil reklamasi Pelabuhan Benoa.

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Tumpukan pasir hasil reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, tampak kumuh, Sabtu (19/9/2020). Terlihat sampah plastik, botol, dan kaleng berserakan di sepanjang pesisir teluk tepatnya di dekat kapal-kapal ikan bersandar di Palabuhan Benoa. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa diminta agar menjaga kebersihan di kawasan hasil reklamasi Pelabuhan Benoa.

Imbauan ini disampaikan saat tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bersama DLHK Provinsi Bali meninjau kawasan tersebut pada Rabu (23/9/2020).

"Tadi kami datang kesana bersama dengan DLHK Provinsi, meninjau kawasan yang sempat ramai di media sosial itu, karena banyaknya sampah bertumpuk, kami sudah koordinasi dengan pelindo agar mengkondisikan sampah disana," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, di kawasan dekat kapal ikan bersandar Pelabuhan Benoa, sempat dihebohkan dengan video viral yang menayangkan tumpukan sampah plastik, botol dan kaleng.

Tingkatkan Kesejahteraan, Prajurit Kodam IX/Udayana Dapat Kemudahan Kepemilikan Rumah

Hutan Lereng Gunung Agung Terbakar, Diduga Kobaran Api Lebih dari Satu Titik

Daftar Biaya Swab Test Covid-19 di Kota Denpasar Dan Sekitarnya, Paling Murah Rp 900 Ribu

Bahkan, kawasan tersebut juga tercemarkan oleh limbah solar dan oli. 

Setelah viral, Pelindo III Benoa pun membersihkan sampah tersebut. 

Hasil verifikasi DLHK Denpasar dan Provinsi ke lapangan, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan sampah menumpuk di sana: sampah kiriman atau sampah dari perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar lokasi tersebut.

"Hasil verifikasi pihak PT. Pelindo III bersedia mensosialisasikan kepada pengelola tempat bersandarnya kapal ikan agar tidak membuang limbah dan sampah ke laut yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan," kata Wirabawa

Pihaknya mendatangi lokasi tersebut dengan harapan kedepan tidak ada lagi keluhan masyarakat soal tumpukan sampah di kawasan hasil reklamasi tersebut.(*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved