Breaking News:

Nyoman Kesuma Tampik Anggapan RSUD Klungkung Keruk Untung dari Covid, APD Saja Rp 1,2 Miliar

Semenjak pandemi, pasien non-Covid menurun sampai rata-rata 400 pasien setiap bulannya.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Bambang Wiyono
RSUD Klungkung
Foto : Petugas medis di RSUD Klungkung menggunakan APD level III, saat merawat pasien Covid-19 beberapa belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - RSUD Klungkung masih merawat pasien Covid- 19. Karenanya, tim medis hingga tenaga pendukung operasional RS harus menggenakan APD (Alat Pelindung Diri), setiap melayani pasien.

Dalam sebulan, RSUD Klungkung mengeluarkan biaya lebih dari Rp 1,2 miliar lebih untuk pengadaan APD.

Dirut RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma menjelaskan, petugas di RSUD Klungkung saat bekerja selalu pakai APD, berapapun jumlah pasien Covid- 19 yang dirawat. 

Demikian pula APD juga digunakan petugas di ruangan non-Covid. Walaupun dengan level lebih rendah, namun ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap bahaya penularan Virus Corona.

"Anggaran pengadaan APD setiap bulan berkisar Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,6 miliar. Sejak Agustus anggaran pengadaan dibebankan ke dalam biaya operasional RSUD Klungkung," ujar dr I Nyoman Kesuma, Jumat (25/9/2020).

Ia kemudian buka suara, terkait rumah sakit yang disebut-sebut mengambil keuntungan dari pandemi Covid.

Menurutnya, semenjak pandemi, pasien non-Covid menurun sampai rata-rata 400 pasien setiap bulannya.

Sementara pasien Covid paling tinggi hanya 73 orang per bulannya. 

"Dari data, terlihat jumlah pasien rawat inap menurun signifikan dari bulan ke bulan selama pandemi Covid- 19. Sedangkan jumlah pasien Covid- 19, paling tinggi 73 pasien per bulannya. Bagaimana RS bisa mengambil keuntungan dari kondisi tersebut?" tegasnya.

Disisi lain, biaya yang diperlukan untuk menyiapkan ruang isolasi dan APD semua pegawai, sangat besar.

Belum lagi, petugas bekerja dalam tekanan dan kekhawatiran tertular.

"Jadi silakan dinilai, apakah RS mendapat keuntungan dari wabah ini?" ungkapnya.

Sementara insentif bagi tenaga medis Covid- 19 belum terealisasi dari Bulan Mei sampai Agustus.

"Insentif tim medis Covid- 19 di RSUD Klungkung baru cair Bulan April 2020. Sedangkan dari Mei sampai Agustus belum cair," ungkapnya. 

Dalam perkembangannya, data di RSUD Klungkung, Jumat (25/9/20202), masih merawat 67 pasien Covid. Kapastias ruang isolasi yang tersedia masih 19 bed. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved