Breaking News:

Virus Corona

Orang Muda Tidak Kebal Covid-19, Justru Berpotensi Mengalami Efek Jangka Panjang Jika Sudah Terpapar

Bukan hanya orang tua yang berisiko tinggi, orang-orang muda juga dapat menyumbang angka peningkatan kasus Covid-19

Editor: Irma Budiarti
Pexels
Ilustrasi menghadapi pandemi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM - Meskipun orang dewasa dan lanjut usia adalah kelompok paling berisiko terinfeksi Covid-19, namun sebuah laporan baru menyebut, orang-orang muda juga dapat menyumbang angka peningkatan kasus Covid-19.

Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) itu merupakan hasil analisis data dari 50 negara bagian dan distrik di Kolombia.

Ditemukan 20 persen kasus antara Maret hingga Agustus 2020 terjadi pada kelompok usia antara 20-29 tahun, persentasenya lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya.

CDC juga mengungkapkan penurunan usia rata-rata orang yang terinfeksi Covid-19, di bulan Mei 2020 usia rata-rata pasien adalah 46 tahun, menjadi 38 tahun pada Agustus 2020.

Peningkatan kasus Covid-19 di kalangan anak muda sering kali mendahului wabah pada orang dewasa yang lebih tua.

Tren ini paling jelas terlihat di area Tenggara, di mana masuknya kasus kelompok usia 20- 29 tahun terlihat lebih dulu, 9 hari sebelum wabah di wilayah itu menyerang dewasa usia 40-59.

Negara bagian Florida, Arizona, Texas, dan Louisiana mengalami lonjakan besar kasus Covid-19 selama musim panas, beberapa di antaranya dikaitkan dengan aktivitas di bar dan pesta persaudaraan.

Lusinan perguruan tinggi dan universitas saat ini sedang berjuang melawan wabah.

Perkembangan itu tampaknya tidak unik di AS.

Para penulis laporan mencatat adanya pergeseran usia pasien di Eropa selama jangka waktu ini, dengan usia rata-rata turun dari 54 tahun selama Januari hingga Mei 2020, menjadi 39 tahun selama bulan Juni dan Juli 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved