Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis Sugar Glider, Seekor Terjual Hingga Rp 3,6 Juta

Sugar Glider namanya, sekilas mirip tupai, namun hewan ini memiliki selaput di antara kakinya yang membuatnya bisa meloncat cukup jauh

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Putu Supartika
Sugar glider. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sugar glider namanya, sekilas mirip tupai, namun hewan ini memiliki selaput di antara kakinya yang membuatnya bisa meloncat dalam jarak yang cukup jauh.

Di Bali, pencinta hewan ini lumayan banyak, bahkan kini sudah ada komunitasnya.

Sugar glider ini, selain dipelihara sebagai hobi, juga bisa menjadi lahan bisnis baru.

Seperti halnya yang dilakukan seorang penghobi sugar glider, Dewangga Ibnu Hafrizal, yang ditemui di kediamannya, Perumahan Dinas TNI AD Yang Batu, Denpasar, Bali.

Dirinya mulai memelihara sugar glider sejak tahun 2017, yang bermula dari hobi.

Dua Hal yang Dimiliki Ronaldo Ini Buat Andrea Pirlo Bahagia di Juventus

Sebuah Hotel di Batu Bolong Badung Hangus Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 1,5 M

Mulai Juli 2018 ia bersama sang istri mulai menjual anakannya.

"Awalnya hobi, karena banyak punya anak dan banyak yang nanya juga, jadi saya jual," kata Dewangga, Senin (28/9/2020) siang.

Sampai saat ini dirinya telah memelihara 20 pasang sugar glider.

Sementara untuk harganya bervariasi tergantung jenisnya.

Untuk classic grey harganya Rp 600 ribu.

Sedangkan mozaik tergantung tingkat kemozaikannya, dengan kisaran harga di atas Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta lebih.

"Saya pernah jual yang mozaik sampai Rp 3,6 juta, tapi dia obesitas dan lucu memang," kata staf di Inspektorat Kodam IX/Udayana ini.

Di sela-sela kesibukannya bertugas, ia selalu menyempatkan membagi waktunya untuk menjalani hobinya sekaligus menjadikannya lahan bisnis.

Meski Main Imbang AS Roma, Cristiano Ronaldo Yakin Potensi Juventus Musim Ini

Beberapa Hal yang Memengaruhi Kesuburan Pria dan Wanita

Menurutnya, tak terlalu sulit beternak sugar glider ini.

Hanya rajin memberinya makan, yakni bubur bayi dan buah yang dipotong kecil-kecil.

Setiap tiga minggu sekali, kukunya dipotong dan dimandikan seminggu sekali.

"Kalau masih kecil bisa dilap pakai tisu basah," katanya.

Menurutnya, jenis yang paling diminati yakni classic grey.

Jenis ini cocok untuk pemula karena kuat dan harganya paling terjangkau.

"Kalau di alam liar hewan ini hidup di hutan Papua dan Australia. Dia bisa meloncat sampai belasan meter," katanya.

Hewan ini pun termasuk hewan nocturnal dan betinanya memiliki kantung layalnya kanguru tempat anaknya yang kecil.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved