Breaking News:

KABAR DUKA, Pan Godogan Meninggal di Usia 54 Tahun, Harumkan Tabanan Lewat Bidang Olahraga & Seni

Pan Godogan sendiri merupakan seniman yang sempat mengharumkan nama Tabanan lewat bidang olahraga khususnya karate dan bidang seni lewat bondres,

Tribun Bali/I Made Prasetya Aryawan
Pan Godogan semasa hidupnya. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejumlah karangan bunga menghiasi rumah duka seorang seniman Tabanan di Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan, Selasa (28/9/2020).

Adalah rumah duka seniman Tabanan bernama I Gede Putu Dharmana Matratanaya alias Pan Godogan.

Ia meninggal saat hari pawetonnya (otonan) Minggu (27/9/2020) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Pan Godogan sendiri merupakan seniman yang sempat mengharumkan nama Tabanan lewat bidang olahraga khususnya karate dan bidang seni lewat bondres, bintang iklan, hingga menjadi presenter di sebuah TV lokal Bali.

9 Program Perlindungan Sosial dari Pemerintah Selama Pandemi Covid-19

Update Covid-19 di Denpasar: Lagi, Satu Pasien Meninggal, Sembuh Bertambah 8 Orang, Positif 24 Orang

Tim Gabungan Gelar Razia Penegakan Prokes di Desa Sumerta Kelod, Kepatuhan Terhadap Prokes Meningkat

Selain itu juga menjadi pendiri dan Sekretaris Jenderal KMHDI pada tahun 1993-1996.

Menurut penuturan adik kandungnya, Komang Darsana Matratanaya, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Pan Godogan memang sudah menderita stroke.

Sakit yang dialami seniman Tabanan ini mulai saat berusia 40 tahun atau sekitar 14 tahun lalu.

Sakit stroke pertama sudah sempat bisa kembali normal, sakit yang kedua juga sudah sempat kembali normal, sakit yang ketiga sudah sempat kembali normal, dan yang paling parah adalah sakit yang ke empat terakhir ini.

"Beliau kakak saya awalnya mengalami sakit stroke. Sakitnya itu sudah dialami selama empat kali. Dan yang terparah adalah yang keempat, saat itu kakak saya sudah tidak boleh berpikir berat dan sudah tak bisa berbicara," tuturnya saat dijumpai di rumah duka, Senin (28/9/2020).

Darsana melanjutkan, ketika stroke yang keempat Pan Godogan masih bisa makan seperti biasa dan berjalan-jalan namun tak stabil sehingga perlu berjalan dengan bantuan.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved