Breaking News:

475 KK di Buleleng Terima Bantuan Sarana Sanitasi

Pemerintah pusat melalui Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng memberikan bantuan sarana sanitasi kepada 475 kepala keluarga

Kompas.com
Ilustrasi septic tank 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pemerintah pusat melalui Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng memberikan bantuan sarana sanitasi kepada 475 kepala keluarga (KK) yang ada di Buleleng, Bali.

Dimana, bantuan sarana sanitasi yang diberikan kepada masing-masing KK itu berjumlah Rp. 5 juta.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Buleleng, Gede Suharjo pada Selasa (29/9/2020) mengatakan, ratusan KK yang menerima bantuan ini tersebar di lima desa yang ada di Buleleng.

Diantaranya, Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada, Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan, Desa Galungan Kecamatan Sawan, dan di Desa Pedawa Kecamatan Banjar.

Polres Badung Pasang Stiker Ayo Pakai Masker Pada Bus di Terminal Mengwi

Update Harga Hp Oppo Akhir September 2020: Seri A31 Masih Rp 3 Jutaan, Reno4 F akan Masuk Indonesia

Bupati Eka Pimpin Rakor Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan

Lima desa ini dipilih karena masuk dalam kawasan rawan stunting, kumuh, dan rawan sanitasi.

Bantuan berupa pembuatan septic tank di masing-masing rumah warga ini sebut Suharjo sudah mulai dikerjakan.

Dengan harapan bisa meningkatkan kualitas jamban yang ada di wilayah pedesaan.

“Bantuan ini diberikan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ada di masing-masing desa, untuk selanjutnya ditenderkan. Penerima itu sudah masuk dalam prioritas penerima DAK, yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” jelasnya.

Selain untuk meningkatkan kualitas jamban yang ada di wilayah pedesaan, bantuan ini juga diharapkan dapat menggerakan kondisi perekonomian.

Sebab dari bantuan Rp. 5 juta yang diberikan, Rp. 3 juta diantaranya diguanakan untuk membeli bahan, Rp. 1.8 juta untuk ongkos tukang, dan Rp. 200 ribu untuk operasional KSM.

“Jadi warga penerima bantuan sebenarnya bisa bekerja dalam program ini. Entah jadi tukangnya, atau jadi buruhnya. Misalnya penerima bantuan mau jadi buruhnya, dia bisa menerima upah Rp. 70 ribu per hari. Jadi kan lumayan bantuan itu juga bisa dimanfaatkan untuk menggerakan kondisi perekonomian masyarakat di desa itu sendiri. Proses pengerjaannya akan terus kami awasi,” terangnya.

Suharjo pun tidak menampik, menurut jadwal program bantuan sarana sanitasi ini sejatinya sudah mulai dikerjakan pada awal tahun 2020 lalu.

Namun karena situasi pandemi, alokasi dananya sempat dialihkan oleh pusat.

Belakangan, anggaran tersebut kembali muncul, namun hanya untuk sanitasi individu.

Sementara untuk sanitasi komunal, pelaksanaanya terpaksa ditunda. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved