Breaking News:

Wacana Pajak Mobil Baru Nol Persen, Konsumen Tunda Pembelian, Ini Dampaknya Bagi Industri Otomotif

Akibat wacana pajak mobil 0 persen tersebut, banyak konsumen yang akhirnya menunda pembelian.

PT Suzuki Indomobil Sales
ilustrasi - Suzuki saat Luncurkan New Baleno Complete Hatchback 

TRIBUN-BALI. COM - Usulan pajak mobil nol (0) persen yang disampaikan Kementerian Perindustrian mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pelaku industri otomotif.

Namun, untuk sementara rencana pajak mobil 0 persen tersebut dinilai malah merugikan pelaku industri otomotif.

Pasalnya, relaksasi pajak mobil baru nol persen tersebut tak kunjung mendapat kepastian.

Hal ini menjadi bumerang bagi sebagian besar agen pemegang merek (APM).

Tiga Anggota TNI dan 24 Warga Buleleng Siap Donor Plasma Konvalesen

Jaksa Pinangki Bantah Buat Action Plan Urus Fatwa MA Djoko Tjandra, Kejagung Pastikan Ada Buktinya

Stan Wawrinka Raih Kemenangan ke-150 di Ajang Grand Slam

Akibat wacana pajak mobil 0 persen tersebut, banyak konsumen yang akhirnya menunda pembelian.

Donny Saputra, Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berharap agar pemerintah untuk segara memberikan jawaban atau kepastian mengenai wacana stimulus pasar otomotif dengan relaksasi pajak mobil baru 0 persen tersebut.

"Kita tidak tahu apakah ini disetujui atau tidak, tapi dengan dampak yang terlalu lama bisa menunda pembelian. Maka itu yang paling utama, kami harap ini ada keputusan yang cepat, jangan berlarut-larut," ujar Donny dalam diskusi virtual Ngovid, Rabu (30/9/2020).

Menurut Donny, potensi penundaan pembelian akan lebih dominan berdampak pada segmen mobil penumpang.

Sementara untuk niaga, tidak berimbas lantaran ada perbedaan tipikal dari konsumen yang rata-rata membeli lebih dikarenakan faktor kebutuhan untuk menjalankan bisnisnya.

Bila keputusan soal wacana relaksasi pajak mobil 0 persen makin tidak pasti, menurut Donny, akan berpotensi membuat penurunan pencapaian penjualan akibat konsumen yang menunda pembelian untuk menunggu relaksasi yang masih menjadi wacana tersebut.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved