Pilkada Serentak

KPU Bali Pastikan 303 WNA Masuk Daftar Pemilih Sementara Telah Clear

Adanya temuan 303 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di enam Pilkada 2020 se-Bali mendapat tanggapan dari KPU Ba

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali
Ilustrasi Pilkada Serentak. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Adanya temuan 303 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di enam Pilkada 2020 se- Bali mendapat tanggapan dari KPU Bali.

Komisioner KPU Bali, IGN Darmasanjaya memastikan temuan tersebut sudah clear di akhir tahun ini atau sebelum coblosan 9 Desember 2020.

Ia mengaku data tersebut oleh jajaran KPU di kabupaten/kota telah diteliti dan dicermati ulang melalui proses verifikasi administrasi maupun faktual.

“Teman-teman di KPU kabupaten/kota sudah melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap temuan itu,” katanya, Jumat (2/10/2020).

Mantan Ketua KPU Jembrana ini menambahkan, terkait dengan hal ini pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Karena data kependudukan Disdukcapil sebagai bahan baku penyusunan DPS yang kemudian disesuaikan dengan data pemilih pada saat Pemilu 2019 lalu.

“Kemudian verifikasi faktual melalui coklit (pencocokan dan penelitian). Datang langsung ke orangnya,” imbuhnya.

Dua verifikasi itulah, kata dia, yang menjadi dasar KPU Bali bersama KPU enam kabupaten/kota telah memastikan bahwa 303 WNA yang jadi temuan telah berstatus warga negara Indonesia (WNI).

PDIP Bali Siapkan 15 Ribu Saksi Amankan Suara di Pilkada 2020

Giri Prasta dan Suiasa Cuti Kampanye Pilkada 2020, Lihadnyana Dilantik Jadi Pjs Bupati Badung

“Kami kurang mengetahui apa parameter temuan tersebut. Namun, teman-teman KPU di kabupaten/kota sudah melakukan verifikasi. Mereka memang berstatus WNI. Seperti yang di Tabanan maupun Bangli,” jelas mantan Ketua KPU Jembrana ini.

Ini dia contohkan dengan beberapa temuan mengenai status WNA yang masuk dalam DPS.

Beberapa di antaranya, seperti di Bangli, memang ada yang lahir di Timor Leste.

Namun saat ini, orang-orang tersebut sudah berstatus WNI.

“Memang lahirnya di Timor Leste. Tapi sudah WNI. Memiliki KTP WNI. Kami pastikan itu setelah melalui dua verifikasi. Administrasinya di Disdukcapil, dan faktualnya dengan mendatangi orang yang bersangkutan. Kami cek KTP-nya. KTP Indonesia,” tegasnya.

Pada prinsipnya, sambung dia, pihaknya mengapresiasi temuan yang diperoleh Bawaslu Bali dan jajarannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved