Breaking News:

Beri Materi Terkait Sertifikasi, Kemenparekraf Dorong Photographer Jadi Wirausaha

Tidak sedikit pula dari mereka yang kemudian memutuskan terjun di bidang ini sebagai profesional.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Syaifullah, Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf, di Badung, Minggu (4/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG –  Perkembangan industri fotografi Indonesia, terus mengalami peningkatan dalam satu dekade ini, semua tak lepas dari semakin banyaknya anak muda yang antusias dengan fotografi.

Tidak sedikit pula dari mereka yang kemudian memutuskan terjun di bidang ini sebagai profesional.

Antusias ini terlihat dari semakin banyaknya event pameran foto, acara hunting bareng, dan workshop terkait teknis fotografi, baik secara online maupun offline.Yang dibuat para komunitas/asosiasi dan juga pemerintah.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam rangka mendukung berkembangnya ekonomi kreatif dan pariwisata, khususnya sektor fotografi di Indonesia bekerjasama dengan IPPA (Indonesia Professional Photographer Association) menghadirkan program "Photopreneur Indonesia".

Penyengker dan Palinggih Ambruk Ditabrak Truk di Desa Jatiluwih, Kerugian Sekitar Rp 100 Juta

Sambil Kampanyekan Protokol Kesehatan, Dispar Bali Ajak Komunitas Sepeda Motor Adakan Touring Wisata

Duel Juventus vs Napoli Terancam Batal Akibat Kasus COVID-19

Salah satu kegiatannya, adalah CAPTURE (Course of Professional Talents & Incubation Program for Photographer).

“CAPTURE merupakan sebuah kegiatan inkubasi bisnis, untuk para fotografer Indonesia, kegiatan ini dibuat dengan inisiasi untuk mengembangkan fotografer semi profesional, yang memiliki kualifikasi menghasilkan karya fotografi yang dapat menunjang ekonomi kreatif dan pariwisata nasional,” jelas Syaifullah, Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf, di Badung, Minggu (4/10/2020).

Kegiatan CAPTURE di Bali ini, merupakan pelaksanaan kegiatan inkubasi ketiga. Setelah sebelumnya kegiatan CAPTURE, dimulai di Kota Bandung dan Kota Yogyakarta.

Kegiatan Capture akan dilaksanakan selama 4 hari (4 – 7 Oktober 2020) dengan pemateri yang merupakan perwakilan dari IPPA.

“Tujuan Photopreneur Indonesia adalah mendorong ke wirausahaan, dan profesionalisme di kalangan photographer nasional,” tegasnya.

Peserta yang datang sekitar 46 orang berasal dari Bali, dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

 “Siapa saja boleh ikut, tapi kami harapkan photographer yang basic skillnya sudah jadi,” ujarnya. Sehingga bisa upgrade bisnisnya.

Materi yang diberikan, mulai dari softskill, sisi photografi, sertifikasi, hunting foto, foto studio, dan lain sebagainya. Mengenai sertifikasi, kata dia, adalah pengakuan dari negara atau lembaga profesi yang mampu memberikan nilai tambah dan pengakuan pada seorang photographer.

 “Kami usahakan, bukan hanya mau sertifikasi. Tapi potensial klien atau klien, baik pemerintah, BUMN, atau swasta. Ketika membutuhkan jasa photographer maka bisa yakin dengan kualitas si photographer dengan sertifikasi ini,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved