Breaking News:

Virus Corona

Donald Trump Dinilai Tak Adil terhadap Rakyatnya dalam Mendapat Akses Pengobatan Covid-19

Kesenjangan dimulai dengan sistem perawatan kesehatan yang cacat untuk pasien Covid-19 yang dialami banyak orang Amerika.

THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via AP
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland 

TRIBUN-BALI.COM - Perlakuan khusus yang diterima oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakses obat Covid-19 eksperimental menimbulkan masalah keadilan sosial di tengah kasus virus corona yang terus mengancam rakyatnya.

Kesenjangan dimulai dengan sistem perawatan kesehatan yang cacat untuk pasien Covid-19 yang dialami banyak orang Amerika.

Kemudian, hak publik yang tidak dipenuhi untuk mengetahui lebih banyak tentang kondisi sebenarnya Trump, kata pakar etika dan medis.

Regeneron Pharmaceuticals Inc. mengungkapkan pada Selasa betapa langka bagi siapa pun untuk mendapatkan obat yang didapat Trump, di luar penelitian yang sedang berlangsung untuk menguji keamanan dan efektivitasnya.

Presiden Jokowi Teken Perpres untuk Memastikan Pengadaan Vaksin & Pelaksanaan Vaksinasi

Inilah Pemberi Amplop Berisi 100 Ribu Dollar Singapura kepada Ketua MAKI,Kini Uang Diserahkan ke KPK

Menteri Ida Fauziah Sebut Dewan Pengupahan Rekomendasikan UMP 2021 Sama Seperti Tahun 2020

Melansir Associated Press pada Rabu (7/10/2020), obat itu disebut memasok antibodi untuk membantu sistem kekebalan, membersihkan virus corona, sehingga secara luas dipandang sangat menjanjikan.

Trump juga menerima remdesivir antivirus dan steroid deksametason, dan tidak mungkin untuk mengetahui apakah obat-obatan ini bermanfaat baginya.

 "Dia pantas mendapatkan perlakuan khusus karena jabatannya," kata George Annas, kepala pusat hukum dan etika kesehatan Universitas Boston.

 "Pertanyaannya adalah apakah itu pengobatan Covid-19 yang baik," tanyanya.

Obat-obat itu tidak terbukti untuk penyakit ringan dan belum pernah diuji kombinasinya.

Steroid tampaknya juga bertentangan dengan pedoman medis berdasarkan apa yang dikatakan dokter tentang tingkat keparahan penyakitnya.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved