Breaking News:

Pilkada Serentak

Jaya-Wibawa Tegaskan Tahapan Satu Jalur, Amerta Janjikan Bantuan dan Stimulus di Debat Perdana

Calon Walikota nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra sempat menyoroti visi-misi Jaya-Wibawa yang dianggapnya tidak ada satupun melanjutkan visi-misi

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Debat perdana Pilkada Kota Denpasar yang berlangsung secara virtual melalui YouTube KPU Denpasar dan TVRI, Sabtu (10/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debat perdana Pilkada Kota Denpasar berlangsung secara hambar dan kurang semarak.

Pasalnya, debat sendiri berlangsung secara virtual melalui YouTube KPU Denpasar dan TVRI, Sabtu (10/10/2020).

Dalam debat yang digelar di Inna Bali Beach ini, dua pasangan yang bertarung di Pilkada Kota Denpasar yakni paslon nomor urut 1, IGN Jayanegara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) dan paslon nomor 2, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta) tampak kurang greget menjalani debat yang dimoderatori Mantan Komisioner KPU Bali, Ketut Udi Prayudi.

Di debat tersebut, Calon Walikota nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra sempat menyoroti visi-misi Jaya-Wibawa yang dianggapnya tidak ada satupun melanjutkan visi-misi Walikota Denpasar saat ini, IB Rai Dharmawijaya Mantra

5 Tanda Melemahnya Sistem Imun Tubuh yang Seringkali Tidak Disadari

Super Sub Andhiess Jadi Penentu, Putra Renon Akhirnya Juara Trofeo di Celuk

Kisah Haru Pertemuan Seorang Pria dengan Orangtuanya Setelah 31 Tahun Pisah, Diculik di Usia 1 Tahun

Menanggapi hal tersebut, Gung Jaya mengatakan bahwa pihaknya memilih konsep satu jalur.

Ia menjawab bahwa visi-misinya selaras dengan Gubernur Bali Wayan Koster Nangun Sat kerti Lokha Bali dan pemerintahan Jokowi.

Bahkan, menurutnya bahwa hal ini merupakan untuk membawa Kota Denpasar menjadi lebih maju. Gung Jaya mencontohkan   seperti indeks pembangunan manusia (IPM) yang sudah tinggi. 

Selain itu indeks birokrasi yang juga mencapai nilai tinggi.

 "Selaras dengan Nangun Sat Kerti Loka Bali dan  menuju Indonesia maju bukannya tidak relevan visi pertama dan lima ada indikator mengukurnya sangat jelas  indeks pembangunan manusia di sana ada pendidikan kesehatan, income per kapita indeks PM saat Rai Mantra  8,364 itu ranking lima tertinggi dari 564 yang ada di Indonesia.  Kalau bergerak maju apapun kita mampu memiliki motivasi 83 bisa menjadi 84 bergerak maju. Bukan tidak nyambung indek birokrasi 36,64 nilai tertinggi kedepannya bisa bekerja 37," jelas ipar mantan Menkop UKM, AA Ngurah Puspayoga ini.

Selain itu, sebaliknya Jaya Negara menyangsikan program yang bertentangan dengan peraturan Mendagri UU Nomor 13 Tahun 2-18 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved