Breaking News:

Kodam IX/Udayana Buka Pendaftaran Calon Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun 2020, Berikut Syaratnya

Guna mengisi kebutuhan personel, khususnya Prajurit Tamtama di lingkungan Angkatan Darat, saat ini Kodam IX/Udayana memberikan kesempatan kepada gener

Pendam IX/Udayana
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guna mengisi kebutuhan personel, khususnya Prajurit Tamtama di lingkungan Angkatan Darat, saat ini Kodam IX/Udayana memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengabdikan diri kepada NKRI dengan menjadi Prajurit TNI AD.

Hal ini disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2020) di Makodam IX/Udayana terkait dengan pembukaan pendaftaran dan penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang II TA 2020.

“Selama mengikuti kegiatan ini, tidak dipungut biaya apapun alias gratis dan bebas dari KKN, hal ini berdasarkan Surat Telegram Pangdam IX/Udayana Nomor: ST/775/2020 tertanggal 25 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2020," ujar Kapendam.

Akan Diawali dengan Acara Seri Animasi, Ini Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI 10 Oktober 2020

Wakil Gubernur Bali Sambut Baik Gagasan KAHMI Bali Perkuat Wisata Bahari

Penjelasan Lengkap Presiden Jokowi Soal UU Omnibus Law Cipta Kerja yang Banyak Menuai Protes

Adapun pendaftaran ulang dilaksanakan mulai tanggal 12 sampai dengan 23 Oktober 2020 secara online di http://ad.rekrutmen-tni.mil.id dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh di Kantor Ajendam IX/Udayana, Jalan PB. Sudirman Denpasar dan Kantor Ajenrem 161/Wira Sakti, Jalan Cendana Kupang.

Setelah proses pendaftaran online selesai, lembar pendaftaran dapat dicetak untuk dibawa saat mendaftar ulang di Ajendam IX/Udayana ataupun di Ajenrem 161/Wira Sakti, dengan menyertakan dokumen asli Akta Lahir/Surat Kenal Lahir, KTP, Kartu Keluarga (KK), foto kopi KTP orang tua/wali, raport SD, SMP/MTS dan SMA/MA (bagi yang lulus SMA), Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) SD, SMP/MTS dan SMA/MA (bagi yang lulus SMA), Ijazah SD, SMP/MTS dan SMA/MA (bagi yang lulus SMA) serta melampirkan satu rangkap fotocopy bahan administrasi masing-masing yang telah dilegalisir dan dimasukan ke dalam map merah.

Ramalan Shio Hari Ini 10 Oktober 2020, Shio Tikus Rileks, Shio Ular Bersikaplah Berani

IDI Khawatir Ada Lonjakan Kasus Seminggu Lagi, Aksi Demo Bakal Munculkan Klaster Baru Covid-19

Wanita Cantik Ngaku Simpanan Anggota DPR Tebar Ancaman di Medsos

Untuk persyaratan umum, calon merupakan WNI, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berumur paling rendah 17 tahun 9 bulan dan tidak lebih dari 22 tahun pada saat pendidikan pertama dibuka (tanggal 23 November 2020), tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri, sehat jasmani/rohani serta tidak berkaca mata, dan juga tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Persyaratan lainnya adalah laki-laki dan bukan prajurit/mantan prajurit TNI/Polri/PNS, serendah-rendahnya berijazah SMP sederajat baik negeri maupun swasta, mempunyai tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm dan berat seimbang, belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama hingga 2 tahun setelah dilantik menjadi prajurit, bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI serta wajib mengikuti pemeriksaan/pengujian yang meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, Litpers dan psikologi.

Nasib Liga 1 Indonesia Ditentukan 13 Oktober 2020

Danone-AQUA Jalin Kerja Sama dengan Octopus, Permudah pengelolaan Sampah untuk Bali

Untuk tambahannya, harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali dan selama proses penerimaan ataupun seleksi tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun kepada panitia, tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat, serta bersedia menaati peraturan bebas KKN.

Selanjutnya, persyaratan khusus untuk sistem zonasi adalah calon merupakan penduduk asli daerah setempat sesuai zonasi yang telah ditentukan dan untuk calon pendatang minimal telah tinggal dan menetap selama 3 tahun di daerah zonasi.

“Kepada generasi muda dan para orang tua yang putranya berminat menjadi prajurit TNI, agar mendaftar secara langsung dan apabila ada hal yang belum dipahami dapat menanyakan secara langsung ke tempat pendaftaran di Ajendam IX/Udayana di Denpasar ataupun Ajenrem 161/Wira Sakti di Kupang,” demikian imbau Kapendam. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved