Breaking News:

World Mental Health, dr. Gde Ingatkan Jangan Jadikan Pandemi Alasan Konsumsi Obat Terlarang

Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa dunia (World Mental Health) 2020 setiap tanggal 10 Oktober, Rehab Napza RSJ Bali menggelar Bincang Asik

Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
tangkap layar Instagram @rehapnapza_rsjbali
Bincang Asik Anti Napza (BISIKIN) melalui instagram live tentang ‘Kesehatan Jiwa Untuk Semua’, Jumat (9/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa dunia (World Mental Health) 2020 setiap tanggal 10 Oktober, Rehab Napza RSJ Bali menggelar Bincang Asik Anti Napza (BISIKIN) melalui instagram live tentang ‘Kesehatan Jiwa Untuk Semua’, Jumat (9/11/2020).

Dokter kejiwaan RSJ Bali, dr. I Gde Yudhi Kurniawan, SpKJ dalam instagram live menjelaskan terdapat perubahan kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19 dimana tidak sedikit orang merasa tertekan yang disebabkan banyak faktor.

Salah satunya adalah adanya pembatasan layanan kesehatan namun saat ini bisa dilakukan dengan telekonsultasi yang bisa menjangkau semua orang.

Demo Mahasiswa Unud Digiring ke Isu SARA, Ketua BEM Unud Angkat Bicara

Lontarkan Pernyataan Pedas, Jon Jones Sebut Israel Adesanya Cuma Seperti Anjing Kecil

Jumat Peduli, Bupati Artha Kembali Sambangi Warga Sakit

Begitupun bagi orang yang mengalami ketergantungan Napza.“Orang yang mengalami ketergantungan zat itu termasuk ke dalam gangguan mental. Kecanduan zat sendiri secara langsung mengubah otak secara mendasar otomatis fungsi otaknya juga ikut terganggu. Ada sirkuit kompulsif dalam otak yang terjadi aktivasi berlebihan di sana. Sehingga timbullah keinginan untuk melakukan tindakan yang merugikan dan berbahaya. Itu hampir serupa dengan gangguan mental,” jelasnya.

Pada orang yang mengalami gangguan mental dikatakan dr. I Gde Yudhi Kurniawan, SpKJ sangat sering mengalami komorbid atau penyakit penyerta yang dialami selain dari penyakit utama.

Baik penyakit fisik ataupun gangguan mental lainnya.

Ada Talkshow Air Sumber Kehidupan, Ini Jadwal & Streaming Belajar dari Rumah TVRI 10 Oktober 2020

Jack Miller Tercepat di FP2 MotoGP Prancis 2020

Pemkab Banyuwangi Dorong UMKM Segera Daftar Banpres Produktif Usaha Mikro Rp 2,4 juta

dr. I Gde Yudhi Kurniawan, SpKJ mengungkapkan berdasarkan beberapa sumber hampir 50 persen orang dengan gangguan mental berat mempunyai kecenderungan penggunaan zat terlarang.

37 persen orang dengan penggunaan alkohol, dan 53 persen pengguna narkotika.

“Dilakukan skrining yang terintegrasi dan menyeluruh. Ketika orang dicurigai mengalami gangguan zat, maka perlu dilakukan suatu penilaian. Penilaian tidak hanya pada gangguan zat itu sendiri, tetapi terhadap banyak hal lainnya. Misal gangguan medis, riwayat social dan keluarga, atau riwayat gangguan mental,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved