Breaking News:

Virus Corona

Johnson & Johnson Hentikan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Peserta Dikabarkan Menderita Sakit Misterius

Demikian pula terkait pendaftaran bagi 60.000 pasien untuk peserta uji klinis ditutup untuk sementara.

tribun.travel.com
Ilustrasi vaksin 

Pemerintah AS telah memberi J&J dukungan finansial sekitar 1,45 miliar dollar AS (Rp 21 triliun) di bawah program Operation Warp Speed yang dicanangkan pemerintahan Trump.

Pengujian praklinis pada monyet rhesus macaque yang dipublikasikan di jurnal ilmiah "Nature" menunjukkan bahwa pengujian itu telah memberikan monyet tersebut perlindungan lengkap atau hampir lengkap terhadap infeksi virus di paru-paru dan hidung.

Bukan pertama kali, uji klinis terpaksa dihentikan Vaksin corona J&J didasarkan pada dosis tunggal adenovirus penyebab pilek, dimodifikasi sehingga tidak bisa lagi mereplikasi diri, lalu dikombinasikan dengan bagian dari virus corona yang disebut protein lonjakan yang digunakannya untuk menyerang sel manusia.

Pengembangan vaksin corona J&J menggunakan teknologi yang sama yang digunakan dalam vaksin Ebola terbaru, yang pada Juli lalu mendapat persetujuan pemasaran dari Komisi Eropa.

Pada bulan September, uji coba vaksin virus corona yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford juga dihentikan untuk sementara, setelah seorang peserta Inggris menderita "penyakit yang tidak dapat dijelaskan".

Vaksin AstraZeneca ini adalah salah satu proyek yang paling maju, yang telah diuji coba pada puluhan ribu relawan di seluruh dunia. Uji klinis dilanjutkan awal bulan ini di Jepang, tetapi tidak di Amerika Serikat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Johnson & Johnson Hentikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Setelah Peserta Menderita Sakit Misterius"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved