Prof. LK Suryani Luncurkan E-book Menembus Pancaran Mata Ibu Kutemukan Diriku Kembali
Prof. LK Suryani Luncurkan Ebook Menembus Pancaran Mata Ibu Kutemukan Diriku Kembali, Menemukan Diri Lewat Kekuatan Seorang Ibu
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Psikiater kondang asal Bali, Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, SpKJ(K) bersama sang anak Dr dr Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ(K) meluncurkan e-book Menembus Pancaran Mata Ibu Kutemukan Diriku Kembali.
Peluncuran ini digelar di Rumah Meditasi Spirit Suryani, Jalan Belimbing Nomor 11, Denpasar, Bali, Kamis (15/10/2020).
Peluncuran ini juga dirangkaikan dengan acara meditasi relaksasi spirit Suryani.
Sebelumnya, ia juga telah sukses meluncurkan 3 e-book di masa pandemi Covid-19 untuk dapat menjangkau Iebih banyak pembaca secara online.
Baca juga: Hari Cuci Tangan Sedunia Diperingati Setiap 15 Oktober, Begini Sejarahnya
Baca juga: BREAKING NEWS - Sidang Jerinx Kembali Digelar Tatap Muka di PN Denpasar, Ini Agendanya
Baca juga: Mimpi Melihat Ular Menurut Primbon Jawa, Ular Berwarna Putih Kamu Diingatkan Agar Berhati-hati
Buku ini merupakan karya pengembangan meditasi relaksasi spirit Suryani untuk mereka yang merasa kehilangan semangat, tenaga, dan merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kembali terhubung ke energi ibunya.
"Selama ini orang hanya memandang bahwa seorang ibu hanya bisa melahirkan anak dan kemudian membesarkan anaknya. Kalau anak itu kurang berhasil atau terganggu di dalam hidupnya orang Iebih banyak menyalahkan ibunya. Kaum perempuan sekarang tidak mau menerima keadaan ini dan memandang itu sebagai suatu penekanan yang tidak adil," kata Prof. Suryani.
Pemberontakan terhadap pendapat ini menyebabkan perempuan memandang janin dalam kandungan yang kemudian lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi orang dewasa hanyalah sebuah benda yang bisa diisi dengan segala macam informasi untuk menjadikan ia anak pandai.
Lewat buku ini, ia ingin mengajak pembaca untuk merenungkan dan menggunakan kembali penyatuan energi ibu seperti saat berada di dalam kandungan.
"Ikatan ini bisa membangkitkan kembali tenaga besar untuk memunculkan kembali energi yang sudah menurun sehingga terasa seperti adanya kelahiran baru dengan semangat yang tidak pernah punah," imbuhnya.
Ia menganggap jarang seorang perempuan mau menerima pendapat itu dari segi positifnya dan merenungkan hal itu Iebih mendalam.
Padahal kehidupan seorang anak akan menjadi sukses atau tidak ditentukan oleh proses yang terjadi di dalam kandungan ibu yang erat hubungannya dengan kondisi mental dan spiritual ibu.
"Di tangan ibu Iahir generasi penerus harapan bangsa. Di tangan ibu Iahir anak-anak yang bisa menciptakan kedamaian dunia. Di tangan ibu tercipta suku-suku bangsa yang bisa saling menghargai kemerdekaan dan kedamaian," imbuh Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana.
E-book Menembus Pancaran Mata Ibu ini setebal 120 halaman dan diterbitkan Suryani Institute Press.
Dalam buku ini terangkum pengalaman Prof. Luh Ketut Suryani dan Dr. dr Cokorda Bagus dalam memahami bahwa manusia terdiri dari fisik, mental dan spiritual.
E-book terbagi dalam 4 bab.
Pada bab pertama bertajuk Proses Aku Diciptakan yang mengulas bagaimana energi spirit dan proses pengembangan kemampuan mental dan emosional pada 10 tahun pertama.
Bab II bertajuk Kemudian Bangkit menghadapi tantangan berisikan konsep-konsep dalam memperbaiki memori terutama yang berhubungan dengan ibu.
Pada Bab III, pembaca diberikan latihan-lalihan untuk mempersiapkan diri agar dapat menggunakan kembali energi ibu.
Dan pada Bab IV pembaca diberikan metode menyatu dengan energi ibu melalui Proses Menembus Pancaran Mata Ibu.
"Metode menggunakan mata ibu, konsepnya sederhana, tetapi maknanya luar biasa. Metode ini bisa digunakan oleh siapa saja tanpa dihalangi oleh budaya dan bahasa, mudah mempraktikkannya, bisa diulang sesuai dengan kebutuhan dan hasilnya cepat dirasakan," kata Prof. Suryani.
Dengan sentuhan layout dan desain cover Irawan Zuhri, nantinya e-book ini rencananya bisa dibeli di Google Books untuk memperluas akses masyarakat dalam membaca dan mempraktikkan apa yang dituangkan dalam e-book tersebut.
Sebenarnya e-book ini merupakan bentuk digital dari buku cetak yang telah diterbitkan tahun 2010 oleh Pustaka Populer Obor.
Dipilihnya Jalan Belimbing 11, Denpasar ini dikarenakan tempat ini sangat berarti bagi Prof Suryani, karena di tempat tersebut untuk kali pertama ia mempelajari meditasi dan mengembangkannya sejak usia 14 tahun.
Kegiatan ini hanya menghadirkan 25 orang terpilih dan dengan menerapkan protokol kesehatan. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peluncuran-ebook-menembus-pancaran-mata-ibu-kutemukan-diriku.jpg)