Breaking News:

Gurauan Donald Trump Jika Kalah Pilpres: Mungkin Saya Harus Meninggalkan Negara Ini

Sambil bergurau, presiden Trump juga mengatakan dalam kampanyenya di Georgia bahwa pesaingnya, Joe Biden adalah pesaing "terburuk dalam sejarah".

THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via AP
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland 

TRIBUN-BALI.COM - Proses pemilu presiden Amerika Serikat (AS) selalu diwarnai dengan keriuhan.

Juga tak ketinggalan pernyataan-pernyataan kontroversial sang petahana, Donald Trump.

Baru-baru ini, Presiden Trump bergurau dengan mengatakan dia mungkin akan meninggalkan Amerika Serikat jika kalah dalam pilpres 2020.

Sambil bergurau, presiden Trump juga mengatakan dalam kampanyenya di Georgia bahwa pesaingnya, Joe Biden adalah pesaing "terburuk dalam sejarah" meski angka jajak pendapat pesaingnya itu lebih tinggi.

Presiden yang berasal dari Partai Republik itu tertinggal 11 poin di belakang Biden, calon presiden dari Partai Demokrat pada Kamis (15/10/2020) meski survei lain di Florida menunjukkan Trump hanya tertinggal 3 poin.

Baca juga: Akibat Corona, Donald Trump: Saya Tidak Ingin Berbicara dengan Xi Jinping

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Donald Trump Ajak Warga Keluar Rumah dan Jangan Takut

Selama kampanye di Georgia, Jumat (16/10/2020) Trump yang baru sembuh dari infeksi virus corona mengatakan, "melawan kandidat terburuk dalam sejarah politik Amerika membuat saya tertekan."

Dengan nada mengejek dia berkata, "Bisakah Anda bayangkan jika saya kalah? Sepanjang hidup saya, apa yang akan saya lakukan?"

"Saya akan mengatakan, saya kalah dari kandidat terburuk dalam sejarah politik. Saya tidak merasa begitu baik. Mungkin saya harus meninggalkan negara ini, saya masih belum tahu."

Dalam kampanye panjangnya, Trump keliru mengklaim bahwa Amerika Serikat lebih baik daripada Eropa dalam hal kasus infeksi virus corona.

Faktanya, meski AS hanya menempati peringkat ke-11 dalam angka kematian per 100.000 orang, angka itu masih lebih tinggi dibandingkan Inggris, Italia dan Perancis menurut Daily Mirror.

Halaman
123
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved