Breaking News:

Tak Gentar oleh Beijing, Amerika Kerahkan Kembali Kapal Induk ke Laut China Selatan

Nyali Amerika Serikat tak mengendur dan tetap konsisten untuk terus mengkampanyekan kebebasan bernavigasi di wilayah Laut China Selatan

Wikipedia
(Ilustrasi) Kapal induk USS Gerald R Ford. 

TRIBUN-BALI.COM -  Nyali Amerika Serikat tak mengendur dan tetap konsisten untuk terus mengkampanyekan kebebasan bernavigasi di wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh China

Meskipun Beijing kerap unjuk kekuatan dengan berbagai perangkat militer canggihnya, Amerika baru-baru ini justru kembali mengirimkan kelompok tempur kapal Induk Ronald Reagen berlayar ke Laut China Selatan.

Pengiriman kelompok tempur Kapal Induk AS yang dikawal oleh sejumlah kapal berpeluru kendali menegaskan seolah-olah Amerika Serikat siap meladeni militer China

Diketahui, pengiriman Kapal Induk AS ini sebagai yang ketiga kalinya di tahun 2020. 

Dilansir TRIBUN-BALI.COM, via Kontan.co.id melaporkan bahwa kelompok serang kapal induk termasuk satu-satunya kapal induk Angkatan Laut USS Ronald Reagan (CVN 76) dan Carrier Air Wing (CVW) 5, kapal penjelajah peluru kendali kelas Ticonderoga USS Antietam (CG 54), dan Arleigh Burke Kapal perusak berpeluru kendali kelas USS Halsey (DDG 97) dan USS John S. McCain (DDG 56).

Baca juga: Mengapa Kunjungan Resmi Prabowo ke Amerika Menuai Pro dan Kontra, Berikut Ini Penjelasannya

Baca juga: Amerika Gelontorkan Rp 197 Triliun Mutakhirkan Sistem Senjata Nuklir, Menhan Beri Pesan Khusus Ini

Baca juga: Hubungan Amerika-China Akan Berbeda jika Biden Terpilih Jadi Presiden


Saat berada di Laut Cina Selatan, kelompok penyerang melakukan operasi keamanan maritim, yang meliputi operasi penerbangan dengan pesawat sayap tetap dan putar, latihan serangan maritim, dan pelatihan taktis terkoordinasi antara unit permukaan dan udara .

Berlayar hampir 56.000 mil laut sejauh penyebaran ini, kelompok penyerang berkomitmen untuk menegakkan perjanjian keamanan AS dengan sekutu dan mitra regional, dan menunjukkan kemampuan pasukan angkatan laut yang dikerahkan ke depan untuk dengan cepat menanggapi setiap kemungkinan di seluruh wilayah.

“Selama penempatan kami, kami melanjutkan tradisi panjang kami yang menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap penggunaan laut yang sah dan mempertahankan akses terbuka ke kepentingan internasional,” kata Laksamana Muda George Wikoff, komandan, Ronald Reagan Carrier Strike Group,  seperti dikutip dari Navy.Mil, Kamis (15/10).

“Fokus operasi kami selalu, dan akan terus, kerja sama bersama sekutu dan mitra Indo-Pasifik kami dalam mempromosikan stabilitas kawasan,” tambahnya.

Sepanjang pengerahan tahun 2020, Ronald Reagan dan unit-unit pendampingnya secara rutin berintegrasi dengan pasukan angkatan laut sekutu dan mitra untuk membangun kesiapan perang kelas atas melalui pertahanan udara, perang anti-kapal selam, serangan maritim, dan latihan perlindungan kekuatan. Kelompok pemogokan baru-baru ini beroperasi di Samudra Hindia, melakukan dua transit melalui Selat Malaka, dan menyelesaikan berbagai latihan multinasional di seluruh Indo-Pasifik.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved