Breaking News:

Tokoh KAMI Ahmad Yani Mengaku Hampir Ditangkap Namun Tidak Jadi, Ini Alasannya

Ahmad Yani langsung bertanya terkait kesalahan yang telah diperbuatnya hingga pihak kepolisian hendak menangkapnya.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Ahmad Yani. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani mengaku hampir ditangkap Tim Bareskrim Polri, pada Senin (19/10/2020) malam.

Ahmad Yani berujar, peristiwa itu berawal saat dirinya berada di kantor, Jalan Matraman Raya Nomor 64, Jakarta.

Saat itu datang sekitar 20 orang dari pihak kepolisian.

"Alhamdulilah tidak jadi, saya nyaris ditangkap," ucap Yani saat dihubungi, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Ahmad Yani langsung bertanya terkait kesalahan yang telah diperbuatnya hingga pihak kepolisian hendak menangkapnya. 

Baca juga: Tokoh KAMI Gatot Nurmantyo Unggah Tulisan Panjang Tentang Keadilan Ini Isi Lengkapnya

Baca juga: Gatot Nurmantyo Sebut Handphone Beberapa Tokoh KAMI Terindikasi Disadap dan Diretas

"Apa salah saya? Terus perbuatan melawan hukum yang mana yang sudah saya langgar? Pasal-pasal mana yang saya langgar? Mereka menjawab, nanti bapak jelaskan saja di kantor," ujar Yani.

Namun demikian,Yani enggan ke kantor Polisi karena tidak dijelaskan alasan dirinya hendak ditangkap.

"Bagaimana bapak nangkap saya, tapi saya tidak tahu duduk persoalannya? Saya berdebat dan kemudian saya berbicara dengan ketua timnya, dia berkata hanya menjalankan tugas," papar Yani.

Ketua tim penangkapan tersebut, kata Yani, menyatakan penangkapan berdasarkan pengembangan dari pemeriksaan petinggi KAMI yakni Anton Permana, terkait narasi diakun Youtube Anton, di mana narasi tersebut diduga dibuat oleh Ahmad Yani.

"Saudara Anton itu baru diperiksa jam 18.15 WIB, kemudian satu jam berikutnya langsung datang ke kantor saya sekitar 19.30 WIB," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved