Liga Champions
Thomas Tuchel Ungkap Faktor Penyebab Kekalahan PSG dari MU
Ini merupakan kekalahan fase grup pertama klub Parc des Princes itu dalam 16 tahun terakhir.
TRIBUN-BALI.COM - Manajer Paris St Germain ( PSG ) Thomas Tuchel mengungkap faktor kekalahan timnya melawan Manchester United ( MU).
Ia membeberkan timnya kurang intensitas saat mengawali Liga Champions Eropa dengan kekalahan 1-2 dari Manchester United di kandang, Rabu dini hari (21/10/2020).
Ini merupakan kekalahan fase grup pertama klub Parc des Princes itu dalam 16 tahun terakhir.
PSG berjuang keras sepanjang pertandingan, namun kemudian menjadi korban gol menit-menit terakhir Marcus Rashford yang juga pernah menyingkirkan mereka dari 16 besar Liga Champions musim 2018-2019.
"Tidak mungkin kami menang hari ini. Saya tak tahu mengapa kami kekurangan ritme dan intensitas, sungguh mengejutkan," kata Tuchel seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Sifat Zodiak Taurus: Tidak Hanya Agresif, Orang Taurus Bermental Baja dan Rela Berkorban
Baca juga: Operasi Yustisi Covid-19 Digelar di Kawasan Bandara Ngurah Rai, Nihil Ditemukan Pelanggar
Baca juga: Menteri Olahraga dan Ketum Piala Dunia U-20 Belum Tahu FIFA Kapan Datang ke Indonesia
Pelatih ini terpaksa tidak menurunkan kapten Marquinhos karena bek tengah itu belum pulih pulih dari cedera pangkal paha yang dideritanya sewaktu membela Brasil.
"Pada babak pertama kami tidak cukup kuat, kami tidak cukup bermain bersama. Kemudian kami lebih baik setelah jeda, namun sulit untuk tidak tampil lebih baik mengingat bagaimana kami bermain sepanjang babak pertama," tambah Tuchel.
PSG tidak berhasil menutup ruang United dan itu mengakibatkan Rashford mencetak gol kemenangan dengan tembakan silang rendah yang tepat ke sudut gawang setelah melesat dari tengah lapangan.
"Pertandingan ini terlalu terbuka, kami gagal mengendalikannya," jelas Tuchel.
Dia menambahkan lini tengah sementaranya di mana Danilo Pereira menggantikan Marco Verratti yang cedera tidak memiliki pengalaman bermain kolektif.
"Kami menciptakan lini tengah yang baru pertama kali bermain bersama, itu tidak gampang," tambah dia.
Tetapi PSG juga mandul di lini depan setelah Neymar, Kylian Mbappe dan Angel Di Maria tidak begitu mengirimkan ancaman.
"Kami tidak bermain pada level kami dalam bertahan atau menyerang," kata Tuchel.
"Kini tak ada waktu untuk marah atau kehilangan ketenangan kami. Kami cuma mesti jujur pada diri kami sendiri dan mempertanyakan performa kami. Hari ini memang awal yang sulit."
Solskjaer Kurang Begitu Euforia
Manchester United kembali menaklukkan Paris St Germain (PSG), tetapi kemenangan di Liga Champions Rabu dini hari itu tidak seeuforia sebelumnya, kata manajer Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip Reuters.
Lawatan United sebelumnya ke Paris pada 2019 dituntaskan oleh gol tendangan penalti yang dimasukkan Marcus Rashford pada masa injury yang memastikan lolos ke perempat final karena unggul gol tandang.
Sedangkan kemenangan 2-1 tadi itu hanyalah sebuah batu loncatan di Grup H.
"Ini perasaan berbeda dari terakhir kali kami menang di sini, ini baru awal penyisihan grup tetapi kami telah mengalahkan tim yang fantastis," kata Solskjaer setelah Rashford kembali mencetak gol kemenangan tiga menit menjelang waktu normal habis.
"Terakhir kali itu babak knockout dan itu memang euforia, ini steril tanpa penonton tetapi tetap bagus dan kami pantas menang."
Permainan dini hari tadi itu dimainkan di stadion kosong menyusul krisis Covid-19.
United selanjutnya menghadapi RB Leipzig yang memimpin grup ini setelah mengalahkan Istanbul Basaksehir 2-0.
"Kami tahu kami membutuhkan 10 poin agar lolos sehingga pertandingan pekan depan sangatlah penting," kata Solskjaer.
Namun, tetap saja banyak kegembiraan yang tercipta setelah Rashford kembali menjadi penentu kemenangan di Parc des Princes.
"Tentu saja menyenangkan. Lebih penting lagi, kami memenangkan pertandingan ini. Kami kini berada dalam posisi yang kuat di grup tetapi ini baru pertandingan pertama," kata Rashford.
United juga terlihat tangguh di barisan pertahanan ketika Axel Tuanzebe menjinakkan Kylian Mbappe dan Neymar pada pertandingan pertamanya setelah 10 bulan absen.
"Dia luar biasa hari ini," kata kiper David De Gea. "Dia bermain menghadapi dua pemain terbaik dunia Neymar dan Mbappe jadi dia melakukannya dengan amat sangat baik. Saya senang sekali."
Sumber: antaranews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatih-psg-thomas-tuchel-saat-memberi-arahan-dalam-pertandingan.jpg)