Breaking News:

Persyaratan Belum Terpenuhi, Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan Ditangguhkan Jadi WBTB

pengusulan WBTB tahun ini di bulan September. Sehingga, untuk dua tradisi tersebut akan diusulkan kembali di tahun 2021 mendatang.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Salah satu contoh foto model mengenakan Payas Agung Khas Tabanan yang diusulkan menjadi WBTB. 

Payas Madya ini tergolong etika berpakaian adat Bali di Tabanan dalam tingkatan sedang, karena tidak terlalu mewah dan juga tidak terlalu sederhana.

Ciri khas payasan madya untuk wanita adalah tidak menggunakan petitis, pusung tanduk, once jawa, dan pemakaian bunga kenanga segar.

Kemudian untuk laki-laki tidak menggunakan baju bertatah emas, tidak menggunakan kancut nuwek pertiwi (ujung kain meruncing ke bawah lebih panjang), tetapi menggunakan udeng songket dengan kancut lebih pendek.

"Jika payas madya di Tabanan itu digunakan H-1 sebelum pelaksanaan upacara penting. Ciri khasnya menggunakan selendang siring angin, kemudian selendang ance jawa juga bisa digunakan. Untuk tapih namanya tapih belangka gading," katanya mencotohkan.

Baca juga: Sinergi PLN dengan Kementerian ATR/BPN dan KPK, 6.500 Aset Senilai Rp 2,5 Triliun Berhasil Diamankan

Baca juga: Kasus Covid-19 di Denpasar Bertambah 20 Orang, 17 Pasien Sembuh, Dewa Rai Imbau Warga agar Patuhi 3M

Baca juga: Janda Muda Berduaan dengan Driver Taksi Online di Mobil, Mantan Suami Lakukan Aksi Tak Terduga

Artinya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam payas madya ini tak seperti payas agung.

Payas Agung menonjolkan unsur kemegahan dengan penggunaan perhiasan emas.

 Sebaliknya, Payas Madya Tabanan menonjolkan unsur keseimbangan, artinya tidak melampaui unsur kemewahan dan tidak melampaui kesederhanaan.

Nilai keseimbangan sejalan dengan pemikiran masyarakat Bali yang mengedepankan keseimbangan hidup antara kehidupan lahir dan batin, maupun keseimbangan sekala (alam nyata) dan niskala (alam tak nyata).

Kemudian untuk Payas Agung khas Tabanan merupakan salah satu bentuk tata rias.

Tak ada yang mengetahui secara pasti asal mula keberadaan Payas Agung ini namun diperkirakan telah ada sejak berdirinya Kerajaan Tabanan pada abad ke-14 silam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved