Breaking News:

Airport Tax di 13 Bandara Ini Termasuk Bali Ditanggung Pemerintah, Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Masyarakat pengguna transportasi udara bisa membeli tiket dengan harga lebih murah dibanding biasanya.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana di depan customer service area publik keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (28/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) di 13 bandara Indonesia akan ditanggung pemerintah.

Melalui stimulus Airport Tax tersebut, masyarakat pengguna transportasi udara bisa membeli tiket dengan harga lebih murah dibanding biasanya.

“Setiap penumpang (di 13 bandara tersebut) tidak dibebani biaya PSC karena akan dikeluarkan dari komponen biaya tiket dan biaya PSC-nya akan ditagihkan oleh operator bandara kepada pemerintah,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/10/2020).

Diharapkan dengan semakin murahnya harga tiket pesawat dapat mendorong masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi udara.

Dengan begitu, geliat ekonomi di dalam negeri akan kembali bergairah.

“Diharapkan dengan adanya stimulus ini masyarakat akan dapat keringanan biaya perjalanan dengan maskapai ke berbagai tujuan yang akhirnya memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Tentu saja di tengah masa pandemi ini masyarakat pengguna jasa transportasi udara tetap mengutamakan protokol kesehatan,” kata Novie.

Stimulus PJP2U ini sendiri akan berlaku mulai 23 Oktober hingga 30 Desember 2020. Insentif ini berlaku bagi masyarakat yang membeli tiket di 13 bandara untuk periode penerbangan sebelum 1 Januari 2021.

Adapun ke-13 bandara tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Hang Nadim (BTH), Bandara Kualanamu Medan (KNO), Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS), International Yogyakarta Kulon Progo (YIA), Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP), Bandara Internasional Lombok Praya (LOP), Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC).

Kemudian, Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ), Bandara Silangit (DTB), Bandara Banyuwangi (BWX), hingga Bandara Adi Sucipto (JOG).

Selain stimulus PJP2U, pemerintah juga akan memberikan subsidi untuk biaya kalibrasi penerbangan yang sebelumnya ditanggung oleh operator bandara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Harga Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved