Breaking News:

Serikat Petani Indonesia Tolak Pembuatan Food Estate untuk Mengatasi Krisis Pangan

"Food estate tidak bisa jadi solusi atas ancaman krisis pangan yang dikhawatirkan muncul akibat pandemi ini," ujar Ketua Umum SPI Henry Saragih

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). Lokasi yang pertama ditinjau untuk menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa tersebut terletak di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. 

TRIBUN-BALI.COM - Serikat Petani Indonesia (SPI) menolak pembuatan lumbung pangan yang kini disebut food estate oleh pemerintah.

Food estate dinilai tak dapat menjadi solusi mengatasi krisis pangan saat ini.

Padahal program tersebut menjadi salah satu program utama dari Presiden Joko Widodo.

"Food estate tidak bisa jadi solusi atas ancaman krisis pangan yang dikhawatirkan muncul akibat pandemi ini," ujar Ketua Umum SPI Henry Saragih dalam siaran pers, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: Obat Kumur Dapat Membunuh Virus Corona di Sekitar Mulut, Benarkah?

Baca juga: Tips Liburan Aman di Tengah Pandemi Ala Pakar Epidemiologi Unair Laura Navika Yamani

Baca juga: Gus Nur Ajukan Penangguhan Penahanan Padahal baru Sehari Ditahan

Food estate dinilai membutuhkan investasi yang besar.

Padahal Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan bahwa petani dan pertanian kecil yang dikelola keluarga petani merupakan pemasok bahan pangan dunia.

Sedangkan food estate akan menggunakan konsep korporasi.

Konsep korporasi tersebut juga merupakan salah satu yang ditentang oleh SPI.

Ketua Departemen Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI Zainal Arifin Fuad menambahkan konsep tersebut akan membuat petani menjadi buruh.

SPI pun menawarkan konsep kawasan berdaulat pangan yang memberdayakan petani kecil.

"Kawasan berdaulat pangan juga sudah mengadopsi pasal-pasal dari Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani & Orang Yang Bekerja Pedesaan (UNDROP)," terang Zainal.

Sebelumnya Jokowi telah meninjau lahan food estate seluas 30.000 hektare (ha) yang siap dikelola.

Lahan food estate tersebut disiapkan di Kalimantan Timur dan Sumatra Utara.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved