Breaking News:

TNBB Jajaki Kerjasama Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Artifisial untuk Pengawasan Hutan

Tim survei tersebut bersama tim teknis Huawei melakukan penjajakan kerja sama pilot project CSR Huawei dalam program Tech4All, Smart Forest Guardian

Huawei Indonesia
Smart forest guardian 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, SINGARAJA - Kepala Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah menerima kunjungan tim survei lapangan pemerintah pada Sabtu (24/10/2020) lalu.

Tim survei tersebut merupakan tim lintas kementerian yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Badan Siber dan Sandi Negara, Badan Intelijen Negara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tim survei tersebut bersama tim teknis Huawei melakukan penjajakan kerja sama pilot project CSR Huawei dalam program Tech4All, Smart Forest Guardian (pengawasan hutan dengan kecerdasan artifisial atau AI) yang diproyeksikan dibangun di kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Baca juga: Hasil Liga Spanyol Pekan 7 - Real Sociedad Menang Besar, Madrid Dikudeta dari Puncak Klasemen

Baca juga: Bypass Ir. Soekarno Kerap Jadi Lokasi Balap Liar, Polisi Libatkan Pecalang Desa Adat untuk Mengawasi

Baca juga: Video Nenek Malang Dipukuli Wanita Muda Saat Hujan Viral di Medsos, Ternyata Ibu Dan Anak

Kegiatan ini merupakan tidak lanjut rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko Marves bersama dengan Kemenkominfo, KLHK, BPPT, BIN, BSSN, serta Huawei pada Rapat Koordinasi Peningkatan Pengawasan Kawasan Hutan secara virtual pada awal bulan Oktober lalu.

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan yang memimpin rakor mengatakan bahwa peningkatan kawasan hutan menjadi hal yang utama.

Ia mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi Huawei, pihaknya dapat langsung memantau perekaman data melalui suara, untuk dapat membuat data yang lengkap mengenai aktivitas hutan kita di Indonesia.

“Dengan teknologi tersebut, kita dapat mencegah aktivitas illegal yang terjadi di hutan kita. Kami meminta kepada Huawei dan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk dapat mengharmonisasi sistem dan data yang akan dikembangkan untuk dapat menjadi lompatan yang luar biasa dalam pengawasan aktivitas illegal dalam hutan di Indonesia,” ujar Menko Luhut, dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Proses Naturalisasi Berjalan Alot, Pemain Keturunan Indonesia-Belanda Ini Kecewa Terhadap PSSI

Baca juga: Lakukan Aksi Curanmor Lintas Provinsi, Wahyu Beraksi di 10 TKP Berbeda

Baca juga: Tahanan Polres Klungkung Dibagikan Masker Agar Dapat Terapkan Protokol Kesehatan


Sehubungan dengan pemanfaatan teknologi yang dikembangkannya untuk tujuan preservasi lingkungan ini.

CEO Huawei Indonesia Jacky Chen, menyampaikan sebagai penyedia TIK terkemuka di dunia yang telah 20 tahun hadir di Indonesia, Huawei berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam mengantisipasi tantangan dan peluang melalui pemanfaatan teknologi.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved